Showing posts with label manado. Show all posts
Showing posts with label manado. Show all posts

Tuesday, August 12, 2008

Apa Kabar Manado...???

Buka-buka pic waktu di Manado... ada foto lucu...
Jadi inget, apa kabar temans? Manado aman?

Saturday, January 26, 2008

hari terakhir di Manado

Akhirnya, setelah sekian lama tidak jelas statusku di kantorku Manado, tibalah panggilan dari kantor Gorontalo yang meminta kami semua yang statusnya pindah ke Gorontalo untuk segera ke sana, karena tuntutan tugas...
Kami putuskan, hari Sabtu, 26 Januari 2008 ini ke Gorontalo.... memulai tugas di kantor baru hari Senin esok. Doa dan support dari teman-teman semua sangat kami harapkan, agar aktivitas "bekerja itu ibadah" lancar dan berkah. Amiin....
bye-bye Manado....
Gorontalo (Limboto) I'm Coming....

Monday, October 29, 2007

lama gak posting (2)

gak brasa lebaran dah lewat, sudah kembali beraktivitas di Manado. Istri sementara ditinggal di jawa (pati), mendekatkan diri pada asupan gizi yang cukup, mendapatkan tempat istirahat sementara yang aman nyaman saat nanti kutinggal tugas luar kota. Yah, mengingat puasa kemarin hampir tiap hari istriku kena morning sickness, dan nafsu makannya ilang.... gak aneh kalo saat perika tanggal 29 september kemarin beratnya berkurang 4 kg.... weleh-weleh... aku jadi ngrasa bersalah gak bisa memenuhin selera makannya. Lah iya, lah wong suaminya ini gak bisa masak kecuali tempe goreng dan tahu goreng tambah mi instant....
Tapi kemarin, periksa terakhir di pati (alhamdulillah ada dokter kandungan yang cewek di sana) berat istriku dah naik 3 kg... kalo diitung2 masih tekor, tapi gak papalah semoga di jawa kondisi kesehatannya baik. Amiin.
Sekarang sementara hidup sendiri lagi di manado. Apakah tinggal sebentar lagi di Manado, atau sampai tahun depan... torang nyanda tau jo. Hampir 1 1/2 tahun di Manado, tapi soal bahasa orang kawanua sini masih blom hapal... Boleh dimaklum, sebagian besar pegawai di kantor bukanlah asli Bumi Nyiur Melambai sini. Bahkan penjual nasikuning di deket kantor pun orang Solo, kalo beli Nasikuning, " Bu beli nasi kuning 3ooo." Eh malah Bu Nasikun jawabnya pake bahasa kromo, "Ngagem Tigan Mboten Mas...?" Lah... malah srasa di Solo kalo pas beli nasi kuning.... kapan bisa bahasa sini ya...
Jadi ngiri juga neh ama temen2 yang nglanjutin kuliah. Bukan ngiri karena kuliahnya, tapi temen2 yang nglanjutin kuliah (baik S1 or S2) secara otomatis mereka bisa membiasakan diri mendengar n bahkan memakai bahasa minahasa yang terkenal unik. Kadang ada kata yang disingkat, kadang malah ada yang panjang. Trus kadang ada yang dalam kaidah Bahasa Indonesia gak pas. Misal Hujan Deras jadi Ujang Keras..... hehehe
Manado berapa lama lagi? 1 1/2 tahun di sini terasa belum cukup untuk mengenalnya. Namun entah kenapa aku juga merasa enggan melanjutkan perjalanan mengenalnya dan lebih memilih untuk mencari nuansa baru di Gorontalo. Kota yang mungkin sebentar lagi akan menjadi tempat mencari rizki-ku. Ya, aku mengajukan permohonan pindah saat pembukaan perwakilan instansiku di sana. Mudah-mudahan segalanya berjalan sesuai rencana. Sepertinya di Gorontalo aku pengen menata kehidupan untik masa depan, memimpikan rumah tangga yang bahagia di sana bersama anak istriku nantinya.
Semoga, Kota serambi Madinah menjadi persinggahan terbaikku. Amiin.

Tuesday, July 31, 2007

ke Bunaken...

Hari Ahad tanggal 29 juli kemarin akhirnya kami berdua berkesempatan pergi ke Bunaken. Kalo aku sih sudah pernah satu kali, Bulan Juli 2006 dulu. Tapi Istri kan belum pernah, jadi akhirnya kami menemukan teman yang juga pengen ke sana. Berempat bersama Emy+Andi, salah satu pasutri baru juga di antara teman-temanku. Si emy memang pengen ngajak suaminya ke Bunaken, soalnya Bulan depan kalo gak ada halangan dia dipindahtugaskan ke Perwakilan baru di Ternate, Maluku Utara.
Alhamdulillah saat rekreasi, kami bisa menikmati dengan leluasa. Harusnya rencana tgl 28, tapi ada ketakutan akan gelombang dan angin laut. Namun setelah Emy melakukan Reportase Investigasi di kompleks pelabuhan dekat Pasar Bersehati, nampaknya cuaca aman-aman saja untuk perjalanan menuju Bunaken.
So, kite akhirnye sepakat hari Ahad tanggal 29 Juli menuju ke Bunaken.
Ohya, kita perjalanan ala ransel aja ya...
tapi ala ransel ke Bunaken ternyata lebih dari seratus ribu tuh....
Sewa kapal/perahu boat:Rp350.000,00
Logistik: Rp50.000,00
Total Rp400.000,00 dibagi 2 keluarga, jadi masing-masing pasangan kejatah arisan Rp200.000,00

suasana pagi hari deket pasar 45
Jam 05.00 kita berdua udah siap, nunggu emy+Andy sampe jam 05.30. Alhamdulillah...jadi juga kita berangkat. Pagi hari...menikmati suasana sejuk dan sepi deh.... Tanpa halangan kita langsung menuju pelabuhan dekat Pasar Bersehati.

di pelabuhan

Karena lagi males cerita...nikmati aja foto2nya yah...ntar narasinya nyusul dah...

















pose berempat
poto dulu
emy+andy
narsis
pose klasik

goooo......
cowok driver perahu
pantai liang


Alhamdulillah perjalanan kami lancar, meski saat pulang sempat kehabisan BBM di tengah perjalanan. Untunglah di sana banyak kapal kaca dan kapal kecil yang berlalu lalang, sehingga si tukang perahu bisa dapet pinjeman BBM... Ufffhhh Alhamdulillah.........

blanja di Pasar 45

Monday, April 30, 2007

angkot biru kota Manado


Yang unik dari angkot di Manado:
  • Tarip jauh deket Rp1.750,00
    Heran tuh, kenapa bisa netapin tarip nanggung gitu…. Mending langsung 1500 aja...Tapi, meski nanggung gitu, sopirnya pasti sedia banyak uang ratusan dan 50-an rupiah buat kembalian…. (gile…di manado uang 50 perak laku….)
  • Full Musik
    Angkot di manado bersaing dalam hal penampilan, terutama penampilan audionya. Gak cuma MP3, bahkan ada angkot yang masang VCD portable yang monitornya kecil itu loh buat kepuasan penumpang…
    Tapi jangan harap ada lagu campursari, paling lagunya yak has manado, or lagu2 hits nasional.
  • Meski bentuknya angkot, tapi tulisannya bis kota
    aneh… trus kalo bentuknya bis, dinamain apa ya? Sorry, blom pernah naik bis besar di Manado, jarang lewat itu bis….
  • hampir ada 24 jam
    yup, dari pagi ampe malem pasti ada angkot. Kayaknya jalanan ini dipenuhi angkot doang.

Yang ngeselin dari angkot di Manado:

  • Kalo berhenti suka mendadak
    Gak tau deh…apa semua sopir di Manado kalo berhenti gak ada yang alus… gak melanin mobil dulu trus baru berhenti
  • Kalo berhenti sukanya di tengah
    Gak tau juga ya…. Asal aja berhentinya kalo dah ada yang minta brenti or ada penumpang….
  • Gak mau berhenti meski bilang, “Kiri…”
    Hehe…ini masalah kebiasaan aja, kalo di jawa bilang kiri itu tau kalo artinya brenti. Kalo di manado ya bilang aja "STOP", atau, "Muka Jo", itu tandanya angkot suruh brenti.

Wednesday, April 25, 2007

Namanya Tarsius (2)

masih penasaran tentang "Tarsius", ini nih ulasannya....

tarsius imut
segede apa sih Tarsius?

"Tarsius Spectrum", Primata Terkecil Terdapat Di Sulut

Primata (jenis monyet) terkecil di dunia ini namannya Tarsius. Tarsius Spectrum ini, hanya ada di wilayah Sulawesi, antara lain di Selatan maupun utara. Di Sulut, Tarsius ini ada di Bitung, yaitu di Cagar Alam Tangkoko. Tak ada negara mana pun di dunia yang memiliki Tarsius ini. Sehingga, masyarakat Manado, Sulut, membanggakannya seperti membanggakan Pulau Bunaken dengan kekayaan bawah lautnya yang begitu menawan.

Jika ke Manado dan sudah ke Bunaken, tak rugi menambah deretan objek wisatanya dengan berkunjung ke Tangkoko ini, untuk berkenalan dengan si Tarsius. Mengamati wajahnya, tampak perpaduan dari berbagai binatang yang mungkin sudah dikenal sebelumya, misalnya saja sepintas mirip koala, kus-kus, atau juga melihat matanya yang besar mirip burung hantu. Terkadang juga mengingatkan mahkluk kecil mengerikan bernama Gremlin dalam film berjudul serupa. Apalagi kalau mulutnya yang lebar menyeringai memperlihatkan susunan giginya yang bertaring tajam. Dan, apabila melihat sosoknya yang kecil, bakal membuat orang yang melihat begitu gemas. Rasanya ingin ditenteng-tenteng dan digantung-gantung di bawa kemana-mana.

Tetapi, sampai saat ini Tarsius tak bisa seenaknya ditangkap atau diperjualbelikan. Malah masuk dalam daftar hewan yang dilindungi secara keras dan betul-betul harus dilestarikan keberadaannya. Karena memang merupakan salah satu kekayaan alam yang hanya ada di bagian wilayah Indonesia itu. Sesungguhnya, tidak aneh apabila binatang Tarsius hanya ada di wilayah Sulawesi. Sebab provinsi yang terletak Di Indonesia bagian timur itu memang selama ini dikenal paling komplet memiliki hewan primata (jenis monyet). Yang membuat Sulawesi banyak punya koleksi primata tentu saja karena letaknya yang tepat diantara garis Wallace, yaitu garis pemisah antara Benua Asia dan Australia. Karena letaknya itulah maka banyak binatang secara alamiah berevolusi dengan alam, atau tetumbuhan yang ada. Maka, untuk jenis hewan monyet, muncul yang berwarna putih seperti Anoman dalam kisah pewayangan, juga ada yang berwarna kuning. Pendek kata, sangat beragam, sehingga muncul pula jenis yang dinamakan Tarsius ini. Dia digolongkan ke dalam jenis primata, sebab, secara morfologi memang mempunyai ciri-ciri seperti dimiliki oleh umumnya binatang jenis monyet. Punya ekor, tubuhnya dipenuhi bulu dan bentuk jari-jari tangan dan kakinya persis monyet.

Tarsius agak berbeda dengan primata lainnya hanya dalam soal makan. Umumnya binatang primata memakan tumbuhan dan buah-buahan. Monyet, umumnya dikenal makan pisang, kacang dan buah lainnya. tetapi Tarsius lebih senang jika diberi makan serangga ketimbang buah atau tumbuhan. Ya, Tarsius juga gemar memakan serangga dan cecak.

Jika siang hari Tarsius lebih senang mendekam di kandang dan terlindung dari sinar matahari. Tarsius memang termasuk binatang malam. Jika malam hari tiba, bulatan hitam dimatanya melebar. Maka pandangan matanya pun menjadi tajam, sanggup menembus kegelapan seperti Vampire atau juga paniki (kalong, kelelawar).

Kendati di sejumlah kebun binatang di Indonesia sudah mempunyai koleksi Tarsius, tetapi kalau sudah sampai di Manado, memang lebih asyik melihat langsung ke habitat Tarsius yaitu Cagar Alam Tangkoko itu, Tetapi terkadang, di cagar alam justru sulit menemukannya. Apalagi di siang hari binatang imut-imut ini lebih suka menyembunyikan dirinya. Maka, salah satu alternatifnya dengan mendatangi rumah Ny. Gumolang di Bitung. Karena di tengah-tengah kebun kelapanya, ia memelihara banyak binatang dan salah satu yang menjadi daya tarik tentu saja Tarsius. Penerima Kalpataru ini mengaku sehari bisa menghabiskan uang minimal Rp 100 ribu untuk membeli aneka makanan bagi binatang peliharaannya, termasuk Tarsius. Ia membeli cecak atau serangga untuk Tarsiusnya perekor Rp 100.
Karena kecintaanya yang begitu dalam terhadap satwa, ia rela mengeluarkan banyak dana perbulannya untuk binatang-binatang itu yang kalau sudah berkembang biak juga dilepaskannya ke alam bebas, habitat mereka. Begitu pula Tarsius. Menurut Ny Gumolang ia telah banyak melepas hewan tersebut ke habitatnya di Tangkoko.


Tarsius memang termasuk binatang yang mudah berkembang biak. Sementara itu, di rumah Ny Gumolang yang dikelilingi satwa itu, hampir setiap hari dikunjungi orang, termasuk para peneliti dari berbagai negara maupun LIPI Bogor. "Berapa kali sehari Tarsius ini kencing Bu?" begitu salah satu pertanyaan yang dilontarkan kaum peneliti. Maklum, namanya peneliti atau kaum ilmiah, tentu segala sesuatu ditanya secara rinci. Ketimbang harus berkemah di cagar alam untuk mengamati kehidupan Tarsius siang dan malam, maka tentulah lebih gampang bertanya apa saja pada si empunya Tarsius, begitulah barangkali pertimbangannya.


Karena sudah terbiasa ditanya itulah maka dengan lancar Ny Gumolang membeberkan sejumlah keistimewaan Tarsius ini kepada Pembaruan saat berkunjung ke rumahnya. "Tarsius ini unik, kepalanya bisa diputar 180 derajat, Dia juga mirip dengan anatomi tubuh manusia, lihat saja, jari tangan dan yang ada lima ruas itu. Dan ketika diadakan penelitian oleh seorang profesor dari Australia, diketahui darah Tarsius itu ternyata sama dengan darah manusia yang berjenis O", bebernya.


Keunikan Tarsius juga pada caranya bersosialisasi. Tarsius cukup puas dengan satu betina dan satu jantan, sehingga disebut bermonogami. Bentuk tubuhnya yang amat mini untuk ukuran jenis primata, membuat para pemburu umumnya tak tertarik untuk memangsanya. Tarsius dianggap tak menimbulkan selera dimakan, sebab tubuhnya yang begitu imut-imut dan seperti tak berdaging.
Tetapi, kalau orang tertarik untuk menggenggamnya dan menjadikannya sebagai gantungan kunci, boleh juga Pemda setempat di mana Tarsius ini berada, perlu memikirkan suvenir bagi turis yang berbentuk Tarsius, monyet terkecil di dunia.

Dicukil dan di-goggling dari Harian Umum Suara Pembaruan, 20 Februari 1995

Wednesday, April 18, 2007

Kartu Pasien DR. Kandou

Februari kemarin, dapet kenang-kenangan dari RS. DR. Kandou, waktu tes kesehatan CPNS...

Kenang-kenangannya berupa:
Kartu Pasien...
Gunanya untuk berobat...
Mmhhh...
tapi semoga gak digunakan untuk kita berobat deh..., pengennya sehat terus...

hehe...
tapi, bagus juga sih kartunya...

Wednesday, March 07, 2007

yang terekam saat "jalan-jalan"

And the new post begin....
Setelah beberapa kali error aplod, akhirnya bisa posting, meski dalam ukuran small tapi gak masalah lah, yang penting bisa berbagi gambar...
dan inilah yang sempat diabadikan oleh report-eR- kami dari perjalanan Manado-Bitung-Tondano-Bukit Kasih

pose dulu sebelum brangkat... meski kesel tetep ceria...
(ceritanya kita lagi nungguin mobil pengganti dari rentalan karena satu mobil ada yang rusak kuncinya...huufff...untunglah gak pada mutung)
upss..nyampe di Bitung... ada masalah lagi, bannya kempes...
(capek dehhh)
inilah sang pendongkrak

"Ayo... aku mendukungmu...."
(demikian kira-kira kata para penonton yang menyaksikan proses penggantian ban)


pose dulu ahhh....
(pose di Pelabuhan mumpung ada kapal besar...)

makan siang di tepi laut di bawah tenda biru

...mmmhhh....ada pemulung?
(hussh...bukan...ini si-Bos)

ada menara Eiffel di Bitung

anies-novan session
(seperti di film India)


poto semua...
(minus tukang potonya yang paling k-eR-en)


sessi pemotretan di tepi Danau Tondano


danau Tondano yang kini ditumbuhi enceng gondok


monumen bukit kasih senja hari
monumen ini dibangun untuk kerukunan umat beragama, di masing sisi-nya terpahat ajaran kasih sayang yang diajarkan oleh masing-masing agama.



Untuk yang agama Islam, dipahat QS Al Maidah Ayat 2:
"Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan"
Dan sebuah Hadis Nabi,
"Tidaklah Aku mengutusmu (Muhammad) kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam."



Kemaleman sampenya di Bukit Kasih, dingin, akhirnya beli jagung rebus yang beraroma belerang... katanya sih rebusnya pake air panas alam, di bawah kita duduk adalah salah satu jalur air panas itu...lama-lama duduk kian terasa panas....


pose dalam kabut sebelum balik...ufffhhh, dapet capeknya banyak banget perjalanan ini....
ps. buat pecinta font trebuchet, pinjem dulu ya....