Showing posts with label capek deh.... Show all posts
Showing posts with label capek deh.... Show all posts

Monday, August 15, 2016

Bangku Sandar (Jemuran Handuk) di Antara Urusan Prioritas Pelayanan Kereta Commuter Line

Kursi kursi tunggu di area stasiun dalam cakupan area pelayanan Commuter Line perlahan berganti. Ya. Kursi tunggu berupa bangku panjang yang di sebagian besar stasiun terbuat dari sisa batang rel... diganti dengan bangku sandar yang terkesan moderen. Lebih Bagus dan Nyaman??? Jawabannya adalah TIDAAAAKKKKK

Entah apa yang mendasari kebijakan ini, katanya awal awal cuma akan diterapkan di stasiun transit macam Stasiun Manggarai. Ya alasannya karena di stasiun transit orang hanya akan berhenti sebentar untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan kereta relasi yang lain. Wooowww..... yakin cuman sebentar???? Sayang tidak ada rekapitulasi laporan keterlambatan kereta yang dipasang/ dimuat di website PT KCJ (krl.co.id) kalo ada publik akan bisa menilai berapa persen kereta api yang tepat waktu, dan berapa persen yang mengalami keterlambatan.
bangku sandar jemuran handuk saat akan dipasang di Stadela - 
photo by Oni Kusuma - Group FB KRLMania
Seiring berjalannya waktu, akhirnya bangku bangku sandar mirip jemuran handuk tersebut mewarnai hampir seluruh stasiun di area pelayanan Commuter Line Jabodetabek. Lantas alasan apalagi yang dipakai? Katanya cuma buat stasiun transit aja... ya akhirnya alasannya adalah karena jumlah penumpang semakin banyak untuk mengatasi flow penumpang yang naik turun di peron dilakukan dengan meminimalisir keberadaan bangku tunggu. Bangku lama yg panjang dan terbuat dari besi bekas rel dimusnahkan, diganti dengan bangku sandar mirip jemuran handuk. 

photo dok KRLMania
Nyaman? Ah.... ya enggak lah... lebih nyaman duduk. Bukan bersandar. Dan bersandar itupun yg bisa menikmati adalah orang dengan tinggi normal. Anak anak ataupun orang dewasa yang bertubuh pendek tidak bisa menggunakannya dengan nyaman.
photo dok KRL Mania
Pengalaman pribadi naik CL saat rush hour pulang kerja, dari stasiun Cawang sudah dipastikan takkan mendapatkan tempat duduk, di dalem berdesakan kegencet gencet. Berbaur dengan macam macam penumpang dengan aneka bau. Sampe depok kepala bisa kliyengan. Bangku duduk pun jadi penyelamat dari kepingsanan. Rehat sebentar sampai badan terasa enakan. Baru kemudian berlalu meninggalkan stasiun. Sekarang pake bangku sandar jemuran handuk?? Ah berharap sajalah KRL sepi penumpang, dan itu hal yang mustahil ada di rush hour.
Mau protes sebanyak jutaan tanda tangan pun, tak akan membatalkan penggantian bangku tunggu stasiun jabodetabek dengan bangku sandar jemuran handuk. Karena ini proyek pengadaan sudah diteken kontrak. Mengharapkan PT KCJ mempertahankan bangku duduk pun gak mungkin, karena mereka berpikiran peron harus luas. Karena penumpang banyak.
Padahal, ketimbang urusan jemuran handuk, ketepatan perka CL haruslah diperbaiki. Keberangkatan dan kedatangan CL tepat waktu tentunya akan mengurangi volume penumpang yang beraktivitas di peron. Ya. Demikianlah sekedar keluh kesah penumpang KRL/ CL. 
Untuk kondisi saat ini di saat perjalanan Commuter Line masih bermasalah ketepatan waktu dan masih banyaknya gangguan, jelas bangku klasik besi bekas rel lebih nyaman... nyamaaaaannn.....
photo by : Jarwo Wong - Group FB KRLMania
 photo by : Wahyu Hardana - Group FB KRLMania

Monday, June 11, 2012

Rhoma Wannabe...

2 hari ini aku selalu tergelak kalo liat link youtube yang lagi jadi trend di kalangan jamaah social network. Yap, link youtube yang menampilkan seorang laki-laki berlypsynch dialog Rhoma Irama di film Gitar Tua. Sumpah... aku ketawa terus... kalo liat videonya. Mukanya bener2 menjiwai banget... dan pengen nabok.... wakakakakakak.....

Nikmatin aja yah...
Lagi...
ini lagi....
nih juga....

Monday, December 12, 2011

[gorogorostory] 3 : jangan beli rokok 1 slop

Kejadian ini terjadi di Tilamuta, ibukota Kabupaten Boalemo di Provinsi Gorontalo. Ketika itu temen-temen auditor BCF sedang melakukan audit pemerintahan. Kebetulan saat itu supervisor audit datang untuk mereview pekerjaan temen-temen. Kebetulan supervisor adalah perokok berat dan kebetulan pula di tim audit tidak ada yang merokok. Maka akhirnya 2 orang temen auditor beli rokok di sebuah toko di Tilamuta. Biar tidak usah beli berkali-kali maka diputus beli rokok (sebut aja Rokok X) sebanyak 1 slop sekalian.

Setelah sampai tokonya, terjadilah percakapan:

Auditor (A) : Tante, ada Rokok X???
Tante (T)   : Ya ada....
A              : Berapa sebungkus??
T              : 10.500....
A               : Kalo beli 1 slop berapa?
T              : Eh, tidak boleh kalo beli 1 slop....
A              : Tapi kita mau beli sekalian 1 slop Tante....
T              : Tidak boleh....
A              : Kalo beli lebih 1 bungkus boleh?
T              : Boleh....

akhirnya temen auditor itu menemukan solusinya.

A               : Tante beli 10 bungkus deh...
T               : jadi 100.500....
A               : Iya Tante, ini uangnya....

akhirnya pun rokok dibayar. Dan kebetulan stok rokok yang diluar slop tinggal 1, jadi Tante tersebut membuka slop dan mengambil 9 bungkus rokok. sisa 1 rokok dipajang.

A               : Tante, itu kardus rokok (1 slop)-nya saya minta deh...
T               : ambil jo...

temen auditor itu pun mengambil kardus rokok 1 slop dan memasukkan 10 bungkus rokok ke dalamnya. beres.

Begitulah, untuk beli 1 slop rokok diperlukan tips dan trik khusus. Untuk beli 1 slop rokok aja perlu waktu banyak. hahahaha... inilah gorogorostory, cerita dari Gorontalo.....

Wednesday, November 09, 2011

tamu oh tamu...

"setiap ada tamu mengapa jantungku berdetak lebih cepat seperti genderang mau perang"

Hehehe itu cuplikan lagunya. tiba2 keinget peristiwa bbrp hari lalu saat mbak LOIT bilang ke ane,"Mas itu tamumu ditemenin..."
Ada tamu dari Biro IT dateng ke BCF Gorontalo dalam rangka ngatur konfigurasi virtual buat jaringan e-audit. Kebetulan ane tim pemeriksa piloting e-audit.
Ane jawab ke mbak-nya: eh itu tamu Setlan lah bukan tamu tim, tanggung jawab ada di setlan. (Mau ane jawab itu tg jawab LOIT tapi gak sampe ane). Dan ane pun dah gak mau nanya-nanya lagi, bagi ane tanggungjawab ae adalah di pemeriksaannya, bukan harus ikut proses yg berkaitan dgn pemasangan infrastrukturnya.
Hari ini denger kabar ada yg kena tegur krn tamu dr Biro TI gak ditemenin saat lagi ngerjain jaringan di kantor perwakilan BCF, siapa salah coba?

Friday, October 21, 2011

dikotomi lantai....

kalo yang ini cerita terbaru dari kantorku, Kantor Perwakilan BCF di Gorontalo, jelang akhir tahun ada kebijakan baru yang cukup menyenangkan para pegawai, ada jatah makan siang gratis buat para pegawai tiap hari selasa dan jumat.... tapi khusus para pegawai di lantai 1 dan 2 aja. Untuk lantai 3, untouchable... entah apa maksudnya apakah emang kantor mendikotomikan antara pegawai subauditorat (auditor) dengan pegawai sekretariat (penunjang-pendukung)???
Lo iri Mam gak dapet jatah makan siang??? Hahaha bukan iri lah, kalo makan siang ane ada istri yang masak di rumah, tapi yang gak abis pikir begitu teganya kantor mendikotomikan pegawai? ya tau lah itu anggaran makan minum emang yang pegang sekretariat, tapi masa ya harus mengabaikan pegawai yang di lantai 3. apalagi yang di lantai 3 pas hari ini cuman ada 3 orang, masa diabaikan, ketika kita turun ke bawah memandang teman2nya di lantai 1 dan 2 lagi pada menikmati makanan.... dimana coba rasa kemanusiaannya, wong sama-sama satu kantor, sama-sama kerja untuk negara, tapi diperlakukan beda gitu. Kenapa pimpinan gak mikirin perasaan pegawai di lantai 3???
Belum lagi masalah Diklat, pegawai lantai 3 bulan ini gak boleh ada yang ikut diklat, akhirnya pegawai di lantai 1 dan 2 yang diperbolehkan ikut. dengan alasan kan para pegawai lantai 3 udah dapet jatah ngaudit, jadi yang berangkat diklat pegawai lantai 1&2 lah (bagi-bagi rejeki). Lah emang pegawai lantai 1&2 gak boleh audit? kan mereka juga ikut audit juga??? hehehehe....
sekali lagi, bukan masalah bagi-bagi jatah seperti itu seharusnya yang diterapkan, tapi diklat itu kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kecakapan auditor....
kenapa harus ada dikotomi antara lantai 3 dengan lantai 1&2??? kenapa harus ada dikotomi antara yang unit subauditorat dengan unit sekretariat??? yang di lantai 3 kan juga manusia lah, tolong dimanusiakan.... jangan terlalu diabaikan toh kita semua sama-sama bekerja....

*suerrr saya tulis ini bukan karena saya gak dikasih makan siang, tapi saya prihatin dikotomi lantai ini udah mulai gak baik buat iklim kerja di kantor..... semoga ada yang membaca tulisan ini, minimal anda yang blogwalking kesini... hehehehe

Wednesday, May 26, 2010

daftar hadir kosong remunerasi harus dipotong....

Baru-baru aja terjadi peristiwa heboh di Perwakilan Body Checker Finance (BCF) sini karena temuan pemeriksaan (apa pengawasan?) Tim dari Itama (Inspektorat Utama). Temuan yang bikin heboh itu mengenai daftar hadir pegawai yang banyak bolongnya (tidak ditandatangani) namun di rekapitulasi tercatat hadir. Tim Itama (TIT) mengangkat hal tersebut menjadi temuan, hasilnya banyak yang kena TGR karena menurut TIT kalo tidak tanda tangan ya tidak hadir. Dan TIT menghitung kalo daftar hadirnya bolong 1 (baik pagi, siang, dan malam) berarti remunerasi yang diterima seharusnya dipotong 1% untuk setiap hari yang bolong. kalo sehari bolongnya 3x ya 3%. Analisa perhitungan itu menghasilkan data perhitungan remunerasi pegawai yang seharusnya dipotong ada yang sampai 2 juta karena bolongnya ampe berbulan-bulan. Dan sebagian besar pegawai antara 100 rb - 1 juta. Rrruuaaarrrrr Biasaaaaa......... Trus kelanjutannya???
Dari para pegawai berharap temuan tersebut tidak diberi rekomendasi untuk pengembalian uang ke kas negara. Kenapa??? Karena TIT harus mencari penyebabnya kenapa bisa daftar hadir bolong begitu banyak???? Saya sebagai saksi hidup mau ngasih alesannya neh:
  1. Harus di cek terlebih dulu apakah sistem presensinya yang tidak memadai atau memang benar2 pegawai yang tidak tanda tangan daftar hadir tidak berangkat;
  2. Daftar Hadir tidak diantar ke masing-masing ruangan oleh Sub Bag SDM;
  3. Tidak ada mekanisme konfirmasi dari Sub Bag SDM jika ada daftar hadir yang kosong, apakah orangnya benar tidak hadir atau sedang tugas atau kelupaan;
  4. Masa iya sih kalo benar pegawai tidak hadir sampai 30 hari atau berbulan - bulan tidak ditegur sama atasan langsungnya???
  5. TIT apa tidak memperhatikan kemungkinan2 tersebut di atas??? kalo memang memaksakan temuan demikian ya berarti gak ada sisi kemanusiaannya tuh... hehehe...
  6. Tugas TIT adalah pengawasan bukan pemeriksaan... dampak dari pengawasan rekomendasinya adalah pembinaan.... (apakah TIT sudah melakukan pembinaan???)
Wah udah ah ntar kebanyakan, tolong teman-teman di Itama pahami lagi dong kondisi-kondisi di atas apa sebenernya penyebabnya, supaya rekomendasi yang disampaikan besok benar-benar menghilangkan penyebabnya. Kan udah pernah dapet diklat kalo tujuan rekomendasi itu menghilangkan sebab. Kalo sebabnya dah ketemu yang sebenarnya, pasti rekomendasinya OK.
Salam Hangat dari Gorontalo.... !!!
*untungnya sekarang dah pake handkey, jadi yang bolong ya memang yang telat hehehe....*

Friday, April 30, 2010

[gorogorostory] 2 : Kartu Askes....

Suatu ketika, Sronto (bukan nama sebenarnya,Red) yang sedang tugas audit sakit dan dibawa ke RS Aloei Saboe (RSAS) di kota Gorontalo oleh temannya yang bernama Amel. Sampe di sana ternyata Sronto diperiksa dan dinyatakan kena gejala tipes dan harus diopname. Nah karena Sronto ini PNS, dan dia ikut Askes maka Sronto yang ditemani Amel bilang ke pegawai rumah sakit bahwa pengobatan Sronto pake Askes. Dan disetujuilah bahwa Sronto dirawat inap di rumah sakit dengan menggunakan Askes. Karena kamar rawat inap kelas 1-3 full maka mas Sronto dirawat di kamar VIP, tentunya dengan memperhitungkan kelebihan biaya antara fasilitas yang dibiayai askes dengan yang sebenarnya.
Untuk pengurusan askes, maka Sronto menyuruh Amel mencari kartu Askesnya di kamar kosnya. Dan setelah dicari, ternyata Amel gak menemukan kartu itu. Sronto baru inget bahwa kartu itu sepertinya ketinggalan di Jawa saat dia pulang kampung beberapa waktu sebelumnya. Sronto pun menelepon keluarganya dan menanyakannya. Ternyata benar. Kartunya ada di rumah Sronto yang ada di Jawa. Karena mendesak maka Amel pun mencari alternatif solusi agar pengurusan administrasi Askesnya cepat. Salah satunya adalah dengan mengambil kopian Kartu Askes Sronto di administrasi kepegawaian kantornya. Setelah dapat, Amel segera menyampaikannya ke petugas askes di RSAS. Tapi apa jawaban petugasnya?
Petugas : "Harus yang asli Bu...."
Amel : "tapi yang asli di Jawa Bu... Apa kita harus pulang ke Jawa? Biayanya mahal, bisa lebih mahal daripada biaya pengobatan yang dibiayai kartu askes"
Petugas : "oh, kalo begitu tolong di-fax aja kartu askes yang di Jawa...!!"
Amel : "di-fax...???" (bengong...)
Petugas : "iya di-fax aja ke nomor fax rumah sakit ini....."
Amel : "Iya, baik Bu...nanti akan di-fax...."
Hayo pembaca, kenapa Amel sempet bengong...??? ya bengong lah, lah apa bedanya fotokopian kartu askes dengan kartu askes yang di-fax.... malah bisa lebih jelas yang fotokopian daripada yang fax-fax-an..... hehehehe.... Tapi ya udahlah, daripada berdebat terus dan gak slese-slese akhirnya dipenuhilah saran dari pegawai itu... dan Alhamdulillah Sronto segera sembuh dan cuman 3 hari di RSAS...
Kalo inget cerita ini jadi pengen ketawa terus... kenapa sih hal-hal aneh ini bisa terjadi... padahal sebenernya hal yang mudah gitu kok dibikin sulit....

Monday, April 20, 2009

kabar baik

Setelah masalah Kisruh DPT membayangi pelaksanaan Pileg kemarin ditambah postingan tentang PNS Pusat yang banyak kehilangan hak pilih, akhirnya KPU kembali menggunakan sistem domisili untuk pemutakhiran DPS&DPT Pilpres yang akan digelar Juli besok.
Dan kemarin, sudah ada petugas dari kelurahan yang datang untuk mendata (alhamdulillah sudah tidak repot2 ke Kelurahan). Karena saya dan istri sudah punya KTP sini, tinggal adikku yang belum masuk DPS karena KTP-nya masih Kebumen. Langsung deh kita minta masukkin nama adikku ke DPS...
Petugas : Loh ini kok NIK-nya beda nomornya nya dengan KTP Mbak ya???
Istriku : Lah iya, kan ini KTP Jawa....
Petugas : Tidak punya KTP sini...??
Istriku : Mas pe Adik (Adik suami saya) kan cuma kuliah di sini, jadi gak bikin KTP sini...
Petugas : Tidak ada surat pindah ???
Istriku : Lah kan udah dibilang cuma kuliah kan gak perlu surat pindah....
(Untungnya, kata-kata terakhir Istriku cuma di hati, saking keselnya....Cape Deh....!!!)

Sunday, November 16, 2008

contoh yang tidak baik...

dari Gorontalo Post:
10 Siswa SMK 1 Kota Dibekuk Pesta Miras

Terancam Dikeluarkan Dari Sekolah, Abaikan Jam Pelajaran
GORONTALO - Jam pelajaran yang seharusnya digunakan untuk belajar di kelas, sepertinya tak berlaku bagi 10 siswa dari SMK 1 Kota Gorontalo. Menghindari jam pelajaran, 10 siswa ini, kedapatan sementara mengkonsumsi minuman beralkohol yang lokasinya tak jauh dari sekolah mereka.Dibantu warga sekitar, aksi yang telah berlangsung lama ini memaksa pihak berwajib melakukan razia dan berhasil mengamankan 10 siswa tersebut bersama sejumlah barang bukti lainnya Senin (11/11) kemarin sekitar pukul 10.00 Wita. 1 diantara 10 siswa tersebut, merupakan siswi atau perempuan berinisial CF yang kini masih duduk dibangku kelas 1. 9 teman lainnya, masing masing, AM, MM, AL, MF, tercatat sementara menimba ilmu di kelas 1 dan lainnya MA, RP, RG, AK duduk dibangku kelas 2. Tak hanya itu menurut penuturan salah satu dari siswa, bahwa minuman keras yang mereka teguk tersebut termasuk minuman yang memiliki kadar alkohol diatas 10 persen yang bisa memabukan. Hal menarik lainya minuman tersebut mereka beli dengan uang saku yang mereka sengaja simpan. "Minuman yang kami minum adalah pinaraci yang kami beli dari uang simpanan kami sendiri, " ujarnya dengan polos saat berbincang.
Kejadian ini pun ditanggapi beragam oleh masyarakat, Abdulah misalnya menggangap bahwa pihak sekolah tidak becus mendidik anak didik mereka, bahkan terkesan cuek. "Sekolah yang merupakan acuan dari sekolah lainya ternyata merupakan sekolah yang kurang becus mendidik siswanya, dan kalau begini lulusannya bukan menjadi penerus tongkat estafet, melainkan menjadi sampah masyarakat," ujar Abdulah.
Pihak sekolah SMKN 1 Kota Gorontalo melalui Humasnya Nursia K, ketika dikonfirmasi Gorontalo Post juga mengakui bahwa mereka merupakan siswa dari SMKN 1 Kota Gorontalo. Pihaknya kata Nursia, kini sementara membahas dan pastinya akan menseriusi persoalan ini dengan memberikan ganjaran yang setimpal dari apa dilakukan oleh para siswa tersebut. "Para siswa itu terancam diskorsing bahkan bisa saja dikeluarkan dari sekolah kalau memang terbukti bersalah," ungkap Nursia.
Sementara itu, Kapolsek Kota Tengah Iptu Zaenal Hamzah kepada Gorontalo Post menyatakan, siswa-siswa tersebut tidak akan ditahan namun hanya mendapatkan pembinaan dengan mengkoordinasikan dengan para orang tua serta pihak sekolah yang bersangkutan, "Mereka hanya dapat pembinaan. Ini hal yang serius dan ini tak boleh terulang," ujar Zaenal diruang kerjanya, kemarin. Zaenal juga menambahkan, kejadian tersebut merupakan tanggung jawab semua pihak termasuk guru selaku pembimbing dalam sekolah dan orang tua pembimbing di luar sekolah karena dengan begitu Kapolsek berharap kejadian ini tidak akan terulang. "Ini tanggung jawab kita semua," tandasnya.
Sementara itu ditempat terpisah Kepala Jaga Polsek Kota Tengah Brigadir Irwadin mengakui adanya kejadian tersebut, dimana pihaknya memergoki sejumlah siswa sedang pesta miras, berdasarkan laporan sejumlah warga. "Berdasarkan dari informasi yang kami terima dari masyarakat, kami langsung turun di tempat kejadian dan menekan para siswa tersebut bersama barang bukti berupa 2 botol pinaraci," tutup Irwadin. gpinfo

oh... INILAH tahun duaribu DELAPAN...!!!

media massa lagi pada seneng ngomongin delapan...
imbas dari pemilu yang makin dekat...
tapi hebat bener ini si delapan, kemarin saya lihat di TOPIK PETANG ANTV, Iklan kontroversialnya diputar gratis berulang-ulang...
Monggoh lah...
suka ya dipilih, nggak cocok ya jangan dipilih...
berlaku juga buat partai nomor satu sampai empatpuluhempat...

Mumpung masih ada waktu berpikir, pelajarilah semua partai-partai yang ada, mumpung masih tahun duaribu DELAPAN...

Saturday, October 18, 2008

Bisakah kita Disiplin...?

Hari Jumat (17/10/08) kemarin, saya ditegur atasan "tidak langsung" saya (apa ya bahasanya atasan daripada atasan langsung saya). Gara-garanya saya pake sepatu selop waktu ada acara makan-makan habis Jumatan... Saya disuruh ganti sepatu. Karena saya bawahan, ya saya ganti sepatu, karena memang saya bawa sepatu cuma pas abis Jumatan itu sepatu belum saya pake lagi, tapi saya pake selop. Saya pikir gak masalah lah ada acara makan siang saya gak pake sepatu. Asal jangan pake sandal jepit atau malah nyeker. Tapi kenyataan berkata lain. Saya pun ditegur untuk ganti sepatu. Meski saya ganti sepatu, tapi itu berpengaruh pada nafsu makan saya. Seketika itu juga nafsu makan saya turun. dan gak semangat lagi ikut acara makan-makan itu.
Sebenarnya gak masalah sih seorang atasan menegur bawahan. Dan itu sebagai bagian saya untuk instropeksi diri. Mungkin mulai esok saya akan berusaha untuk memakai sepatu yang bukan selop.
Tapi ada hal lain yang menggelitik saya. Kadang kita merasa kok ya bersalah banget sampe ditegur sedemikian rupa. Padahal... ada beberapa dari temen saya yang bahkan melanggar kedisiplinan paling berat (korupsi waktu) tapi gak sampe ditegur di depan umum gitu. Ada beberapa dari teman saya yang sering gak masuk kantor tanpa alasan jelas kepada atasan. Ada beberapa dari teman saya yang sering meninggalkan jam kerja tanpa alasan jelas kepada atasan. Ada beberapa dari teman saya yang saat jam kerja malah main bulutangkis.
MEREKA GAK PERNAH DITEGUR...
Padahal, saya meski sering berselop, saya berusaha tepat waktu ada di kantor. Tepat Waktu pulang dari kantor (bahkan lebih).
Mana ya yang URGENSInya lebih penting:
Disiplin Pakai Sepatu atau Disiplin Hadir Tepat Waktu dan Bekerja optimal dalam jam kerja.?
Kalo memang Hal pertama yang urgensinya lebih penting, berarti boleh dong kita gak ngerjain pekerjaan kita, mangkir, telat, bolos.... Yang penting PAKE SEPATU...
Jika aturan disiplin ditegakkan secara adil ke semua hal, maka saya pun akan siap menerima hukumannya bila melanggar masalah sepatu. Tapi jika pelanggaran disiplin atas jam kerja dan kehadiran tidak ditegur sebagaimana saya ditegur gara-gara gak pake sepatu... Saya merasa diperlakukan tidak adil. Meski menerima (karena saya sadar saya juga salah) tapi tetep aja Ndongkol....
Astaghfirullah.... ampuni dosa hamba-Mu ini ya Rabb...

Thursday, August 07, 2008

ngompol (ngomongin politik) yuuk... !!!

kebanyakan nonton Metro The Election Channel...
ngikutin perkembangan berita Pemilu 2009, ternyata ada satu partai yang diperhatikan oleh partai-partai lain. Ini partai nomor delapan jagoannya si aguscuprit loh...

Waktu mewacanakan calon pemimpin muda... banyak pihak yang merasa dirugikan...
Waktu mewacanakan calon pemimpin bergelar minimal Ph.d... banyak juga yang merasa dirugikan...
Kata pihak PKS, itu kriteria dan syarat untuk seleksi di internal Partai, kenapa partai lain mesti ikut campur? Mungkin karena di partai lain minim kader muda, minim kader bergelar doktor... (kata temen saya loh...)

Kalo menurut saya pribadi sih, siapa pun pemimpinnya yang penting bisa memperbaharui kepemimpinan. Yah idealnya yang muda. Trus pendidikan gak penting asal bisa menunjukkan kecakapannya dalam berdiplomasi terutama dalam pergaulan internasional. Memang Doktor gak menjamin orang bisa memimpin, tapi kalo doktornya orangnya saleh, amanah, dan bisa menentramkan rakyat, kenapa mesti ragu untuk memilih seorang doktor menjadi pemimpin...
Gitu Aja Kok Repot...!!!!

Monday, June 02, 2008

Remunerasi = Imunisasi

Sejak Juli 2007, Pemerintah mencanangkan Program Reformasi Birokrasi. Untuk proyek percontohannya ditunjuklah 3 lembaga, yakni Departemen Keuangan (notabene yang punya kewenangan thd Anggaran), Mahkamah Agung, dan BPK. Banyak kegiatan dalam reformasi birokrasi tersebut, namun yang paling besar adalah Reformasi Remunerasi berupa Tunjangan Khusus (ato sering disebut tunjangan remunerasi).
Departemen Keuangan, sebagai contoh, mengklasifikasikan Tunjangan Remunerasi ini dengan basis 27 grade, dengan rentang terendah Rp1.330.000 (grade 27) dan tertinggi Rp46.950.000 (grade 1). Demikian juga di BPK dan di MA, para pegawai mendapatkan tunjangan remunerasi meski jumlah tiap grade-nya masih kalah dengan jumlah yang diterima oleh para pegawai depkeu dengan grade yang sama. Tunjangan Renumerasi tersebut dinilai cukup kompetitif untuk mencegah pegawai agar tidak menyalahgunakan kekuasaan.
Ya, pemberian tunjangan remunerasi bisa dikatakan sebagai pemberian imunisasi pada para pegawai di lembaga tersebut untuk mencegah "tindakan-tindakan" yang tidak sejalan dengan reformasi birokrasi.
Dan, hampir setahun program reformasi birokrasi dilaksanakan, Depkeu membuat gebrakan dengan bekerjasama dengan KPK untuk menggeledah kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok. Penggeledahan yang dilaksanakan hari Jumat (30/5/08) s.d Sabtu (31/5/08) menemukan fakta yang membuat kita menggeleng-gelengkan kepala. Temuan uang Rp500juta di berbagai tempat (sesuai dengan kreatifitas para penyimpannya) yang diduga sebagai uang suap membuktikan bahwa pola pikir para oknum suap tersebut belum sepenuhnya memahami arti reformasi birokrasi. Wong sudah dikasih tunjangan tiap bulan yang besarnya minimal 4x Upah Minimum Kota kok ya masih "mau" menerima gelontoran uang suap dari para pasien yang gak mau ribet?
Di waktu mendatang, mungkin perlu pula KPK bekerjasama dengan instansi-instansi terkait untuk melaksanakan penggeledahan, baik di MA, BPK, maupun Depkeu (Kantor Pajaknya kayaknya perlu...) yang menjadi proyek percontohan Program Reformasi Birokrasi.
Dan bagi para oknum yang terbukti melakukan penyimpangan (khususnya terhadap kode etik yang dibuat sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan Reformasi Birokrasi) hendaknya dikenakan hukuman yang seberat-beratnya. Jika tidak bisa dilakukan pemberhentian ya cukup turunkan grade tunjangan "oknum-oknum" tersebut ke grade terendah, atau tidak usah terima tunjangan remunerasi saja, karena terbukti tunjangan tersebut tidak meningkatkan kinerja "mereka".
Marilah kita semua berusaha mencegah masuknya rizki yang tak halal ke dalam kehidupan kita.
"CARI YANG BARAKAH, TOLAK YANG TAK HALAL"

Tuesday, July 31, 2007

lama tak posting

sejak kekalahan timnas Indonesia versus Korsel beberapa tempo lalu...entah kenapa om Blogger gak mau login. Bahkan buka halaman mukanya si Om ini juga error terus. Akhirnya, setelah berhari-hari mencoba...ya ngetes posting deh.....
sementara ceria...!!!


eR di bantaran Sungai di Bone Bolango

Saturday, December 16, 2006

2 Minggu yang Kacau...


Liat aja tulisannya, sejak hari pertama tiba di tempat Diklat...sudah terpampang sebuah prasasti yang mudah dibaca siapa saja yang ada di tempat itu,
"SESULIT-SULITNYA HARI INI TETAP AKAN BERLALU"
Benar saja, malam pertama belum begitu terasa...
tapi malam-malam dan hari-hari selanjutnya....begitu terasa REPOTNYA...
Ampe timbul lontaran-lontaran dari temen-temen....,
"...hufff...Ngrepoti...!!!"
emang apanya sih yang ngrepoti?
Tunggu edisi selanjutnya...
(hiks2x.., Multivision maukah beli kisahku? Or Kejamnya Dunia TransTV, kalo berminat beli kisah ini hehehe...)