Friday, June 20, 2008

males mikirin pilgub jawa tengah

Pemilihan Gubernur Jawa Tengah sebentar lagi, tapi kenapa saya gak terlalu mikirin pilgub Jawa Tengah, bahkan cenderung tidak merekomendasikan siapa yang harus dipilih kepada keluarga saya?
pertama
: Saya tinggal di luar Jawa (jadi otomatis gak punya hak pilih)
kedua
: calonnya kok ya "hampir semuanya" bupati/walikota yang sedang berkuasa (mmhhh...apa gak menyadari bahwa dulu mereka dipilih buat mimpin kabupaten/kota?)
ketiga
: gak ngaruh... siapapun gubernurnya kayaknya gak bakal bisa berbuat banyak....
hehe... ini opini pribadi loh.... yang punya hak pilih, GUNAKAN HAK PILIH ANDA DENGAN BAIK DAN BENAR.....

Monday, June 02, 2008

Lunasi, Awasi & Awasi....!!!


Gerakan mendukung audit pajak sampai dengan prosedur audit dokumen wajib pajak...!!!!

Remunerasi = Imunisasi

Sejak Juli 2007, Pemerintah mencanangkan Program Reformasi Birokrasi. Untuk proyek percontohannya ditunjuklah 3 lembaga, yakni Departemen Keuangan (notabene yang punya kewenangan thd Anggaran), Mahkamah Agung, dan BPK. Banyak kegiatan dalam reformasi birokrasi tersebut, namun yang paling besar adalah Reformasi Remunerasi berupa Tunjangan Khusus (ato sering disebut tunjangan remunerasi).
Departemen Keuangan, sebagai contoh, mengklasifikasikan Tunjangan Remunerasi ini dengan basis 27 grade, dengan rentang terendah Rp1.330.000 (grade 27) dan tertinggi Rp46.950.000 (grade 1). Demikian juga di BPK dan di MA, para pegawai mendapatkan tunjangan remunerasi meski jumlah tiap grade-nya masih kalah dengan jumlah yang diterima oleh para pegawai depkeu dengan grade yang sama. Tunjangan Renumerasi tersebut dinilai cukup kompetitif untuk mencegah pegawai agar tidak menyalahgunakan kekuasaan.
Ya, pemberian tunjangan remunerasi bisa dikatakan sebagai pemberian imunisasi pada para pegawai di lembaga tersebut untuk mencegah "tindakan-tindakan" yang tidak sejalan dengan reformasi birokrasi.
Dan, hampir setahun program reformasi birokrasi dilaksanakan, Depkeu membuat gebrakan dengan bekerjasama dengan KPK untuk menggeledah kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok. Penggeledahan yang dilaksanakan hari Jumat (30/5/08) s.d Sabtu (31/5/08) menemukan fakta yang membuat kita menggeleng-gelengkan kepala. Temuan uang Rp500juta di berbagai tempat (sesuai dengan kreatifitas para penyimpannya) yang diduga sebagai uang suap membuktikan bahwa pola pikir para oknum suap tersebut belum sepenuhnya memahami arti reformasi birokrasi. Wong sudah dikasih tunjangan tiap bulan yang besarnya minimal 4x Upah Minimum Kota kok ya masih "mau" menerima gelontoran uang suap dari para pasien yang gak mau ribet?
Di waktu mendatang, mungkin perlu pula KPK bekerjasama dengan instansi-instansi terkait untuk melaksanakan penggeledahan, baik di MA, BPK, maupun Depkeu (Kantor Pajaknya kayaknya perlu...) yang menjadi proyek percontohan Program Reformasi Birokrasi.
Dan bagi para oknum yang terbukti melakukan penyimpangan (khususnya terhadap kode etik yang dibuat sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan Reformasi Birokrasi) hendaknya dikenakan hukuman yang seberat-beratnya. Jika tidak bisa dilakukan pemberhentian ya cukup turunkan grade tunjangan "oknum-oknum" tersebut ke grade terendah, atau tidak usah terima tunjangan remunerasi saja, karena terbukti tunjangan tersebut tidak meningkatkan kinerja "mereka".
Marilah kita semua berusaha mencegah masuknya rizki yang tak halal ke dalam kehidupan kita.
"CARI YANG BARAKAH, TOLAK YANG TAK HALAL"

Saturday, May 24, 2008

Suwe Ra Mbakul...

Mbakul...
Istilah itu yang sering kami gunakan sewaktu di kampus Solo. Istilah itu berawal dari Mas Bondan 98 yang kalo ngobrol dengan orang yang suka telmi atau gak nyambung sering mengucapkan, “woooo..... dasar bakul...!!!”
Katanya, kalo ngomong dengan orang yang gak nyambungan sama dengan ngomong dengan bakul (tukang jualan) di pasar yang kadang juga sering gak nyambung. Benar tidaknya kata yang terakhir aku sendiri gak tahu.

Di Solo dulu, orang yang paling sering mbakul itu adalah Lujeng. Tapi hampir semua warga Tsaqofi (2000-2002) juga “enak” diajak mbakul. Iqbal, Devin, Wuled, mas Fatwa, Fitra, Tato, Tarno, n Danang juga. Hahaha.

Kangen juga ama aktivitas mbakul ini, sering menghibur saat senggang di antara padatnya aktivitas dan rutinitas kuliah dulu. Sekarang, mbakulnya sama sapa ya di kantor? Hampir belum ada yang sepadan dengan Lujeng dalam hal mbakul. Suer... Lujeng emang bakul sejati... Hihihi....

Monday, May 19, 2008

100 Tahun Kebangkitan Nasional = Kebangkrutan Nasional

Jelang 1 abad Kebangkitan Nasional, Pemerintah berencana menaikkan harga BBM dengan kompensasi BLT Plus. Alasannya: Jika tidak dinaikkan maka akan terjadi kebangkrutan APBN.
Cukup logis bagi para pemikir di jajaran elite politik, tapi untuk rakyat kecil, mau itung-itungan sejelas-jelasnya pun pasti tetep milih harga BBM jangan naik. Baru rencana naik aja harga2 udah mahal, antri BBM, dan rakyat sudah terkena imbasnya, apalagi ntar kalo udah naik???
Ada kompensasi... begitu kata pemerintah. Kompensasi-nya BLT Plus, yaitu uang bulanan Rp100.000,00 plus Minyak Goreng dan Beras. tapi ya mungkin cuma untuk 12 bulan, setelah itu rakyat miskin disuruh berpikir sendiri bagaimana caranya mencari uang sejumlah itu untuk menghidupi kehidupan mereka.
dengar di MetroTV bahwa Jumlah Orang Miskin bertambah di Tahun 2006 setelah program BLT, bukti bahwa program BLT itu hanya akal-akalan pemerintah agar dianggap "peduli" sama rakyat kecil.
dengar dari acara Democrazy tadi malem, seorang pengamat ekonomi mengatakan, bahwa Pemerintah sudah tahu kalo minyak itu barang langka, tapi kenapa program divertifikasi bahan bakar tidak jalan? Kemudian bagi hasil dengan perusahaan pengolah migas di Indonesia itu kemana?
Kata Kwik Kian Gie (di runningtext Metro TV), seharusnya dengan kenaikan harga minyak dunia menjadikan Indonesia untung dengan produksi minyak gas nya... tapi ke mana?
Kata HNW (juga di running text Metro TV), jangan dinaikkan dulu harga BBM, masih ada solusi misalnya dari sektor pajak, yang memang sudah menenuhi target tapi sebenarnya masih bisa lebih banyak masuk lagi kalo tidak ada kolusi antara pengusaha dan penguasa pajak... Mmmhh... mungkin itu sebabnya BPK selalu dihalang-halangi untuk memeriksa dokumen pajak wajib pajak....
Kata JK (yang banyak tampil di media), ..... kenaikan harga BBM untuk keadilan.... trus, kalo rakyat miskin tapi gak dapat jatah BLT (denger2 data yang mau dipake data Tahun 2006) apa itu keadilan???
Kata SBY, (maaf pembaca saya malah tidak pernah melihat n mendengar SBY mengeluarkan statement di media..., apa saya gak rajin nonton TV-nya ya...?)
Kata Megawati (di Metro Hari Ini), Kader PDI-P jangan golput besok pas Pemilu 2009.... (sudah berpikir jauh ke depan)
Kata rakyat kecil (kalo ini denger dari tetangga dan dari sms-sms yang masuk ke hape monokrom saya), awas ada sms santet.......dari nomor telepon berwarna merah (wah hebat dong hape monokrom bisa jadi berwarna hehehehe)
Nah loh,perhatian rakyat jadi terbelah dengan adanya isu sms santet.... apa ini satu strategi seperti jaman orde baru untuk mengalihkan perhatian rakyat.
Ah, negeriku... semoga benar2 bangkit.
teman2 Mahasiswa, jangan kotori aksi gerakan moral kalian dengan tindakan anarkis.... siklus angka 8 mungkin bisa terjadi tahun ini....
1908-1928-1998-2008?
Capek mikirnya....

Monday, May 12, 2008

kangennya...

sudah sekian lama pengen ngeblog... tapi blom kesampaian juga...
untunglah ada teman punya modem CDMA, dan untungnya di Gorontalo StarOne sudah ada...

dan kabar terbaru dari kami adalah... lahirnya putra kami, seorang jagoan... bernama
Fathan Ahmad Erdhiya

Lahir pada Hari Ahad, 04 Mei 2008 Pukul 05.02 WITA di RS Khadijah Gorontalo dengan Berat 3,7 kg, panjang 49cm...

Ah... bahagianya...
Dan Anak adalah amanah yang dititipkan Allah pada kita...
Kewajiban Orang Tua untuk mendidiknya menjadi seorang yang didambakan...

Allah, mudahkan dan berkahilah ia...
Ohya, ini ada foto dik Fathan dengan oma-nya, beberapa jam setelah lahir....

Saturday, January 26, 2008

hari terakhir di Manado

Akhirnya, setelah sekian lama tidak jelas statusku di kantorku Manado, tibalah panggilan dari kantor Gorontalo yang meminta kami semua yang statusnya pindah ke Gorontalo untuk segera ke sana, karena tuntutan tugas...
Kami putuskan, hari Sabtu, 26 Januari 2008 ini ke Gorontalo.... memulai tugas di kantor baru hari Senin esok. Doa dan support dari teman-teman semua sangat kami harapkan, agar aktivitas "bekerja itu ibadah" lancar dan berkah. Amiin....
bye-bye Manado....
Gorontalo (Limboto) I'm Coming....

kenang-kenangan di walimahan afran


cuma mo posting, foto bareng afran+istri, plus antok, plus sinta. OK, moga kita ketemu lagi.....

Sunday, January 20, 2008

saat kita berdecak kagum



Subhanallah....

gambar ini aku ambil saat tugas periksa jalan di Kabupaten Pohuwato... tepatnya di desa apa aku lupa, yang jelas meski bekerja sampai senja, tapi rasanya damai melihat pemandangan dari atas bukit. Senja yang indah....