Friday, August 01, 2008

yang terlewatkan

Maaf kepada sahabats & temans yang telah memberikan informasi tentang pernikahan yang pada akhirnya saya hanya bisa membalasnya lewat SMS... sekedar doa semoga menggapai pernikahan barakah :)
Arum
Mbak Noer
Hartika
Dewi Wulansari
Suratman
Doddy
Anies-Rahmat
Yance (Dian)

Baarakallahu laka wabaraka 'alaika wajama'a bainakuma fii khoirin ....
afwan, kalo tiada kesan tanpa kehadiranku (hehehe... tetep aja narsis!!!)
Secara jadi orang di luar Jawa... berpikir 70 kali kalo mau pulang hehehehe

Thursday, July 03, 2008

Apa Kata Dunia..!!!!


diambil dari Majalah Pemeriksa edisi Feb-Mar 2008.

Duh, susahnya jadi Fans-nya Pak El Piji!!!

Kenapa saya sampai menggunakan kalimat itu sebagai judul postingan kali ini? Sebab saya bingung kenapa kok ya salah urus di Indonesia sampai ke tingkat bawah menyangkut kebutuhan penting rakyat.......

Padahal di tingkat atas sudah banyak yang ketahuan salah urusnya pemerintah terhadap penanganan hukum:

Banyak aparat hukum (kejaksaan agung) “mainmata” dan baru ketahuan. Mungkin dari dulu udah membudaya... cuman baru ketauan sekarang. Oo kamu ketahuan....

Ada anggota DPR tertangkap tangan beberapa tempo lalu...eh baru-baru aja ada lagi yang tertangkap tangan. Mirisnya mereka dari partai-partai “yang menggunakan simbol kabah” sebagai lambangnya... memang sih kalo mau ke negeri tempat Ka’bah berada perlu duit, tapi kan duitnya harus halal... (hehehe)

Nah, ini nyang menyangkut tingkat baeah:
Kebijakan konversi Bu Minah ke Pak El Piji. Tapi kondisinya ya menurut saya tidak sebaik apa yang diharapkan semua orang. Ada soal tabung gas konversi yang “kurang aman” ampe permainan Pertamina yang seenaknya menaikkan harga Elpiji saat Minah sudah ditarik dari pasaran. Harga Elpiji per kg yang tadinya Rp4.250,00 menjadi Rp5.000,00. Tinggal kalikan saja, untuk tabung 3kg berarti de pe harga Rp15.000,00 yang 12kg de pe Rp60.000,00 (TAPI ITU BARU DI JAWA....!!!!!!!!!!).

Trus bagaimana di Luar Jawa...? MAHALLLLLLLLLLLLL.....!!!!!!!!!!!
Di Gorontalo, sebelum kenaikan harga, harga 12kg El Piji aja dah Rp88.200,00. Padahal harga “resmi”-nya dari Pertamina cuma Rp51.000,00. Suerr, harga Rp51.000,00 itu hasil konfirmasi saya dengan Pertamina Customer Care “yang gak solutif”. Masa, ketika saya mengadukan tingginya harga El Piji di Gorontalo, dengan tanpa bersalahnya mereka jawab, “Pertamina tidak mempunyai kewenangan terhadap harga di luar agen”. Padahal di agennya sendiri udah jelas harganya lebih mahal. Trus, sekarang ketika pertamina sudah menaikkan harga Elpiji yang 12kg menjadi Rp60.000,00, harga di agen tersebut (TJ) sudah mencapai Rp115.000,00... Gileeee.... untuk masak sebulan aja mahal banget. Nah itu belum harga di pengecer (sub agen istilahnya “mereka”). Sebelum kenaikan aja harga 12kg mencapai Rp120.000,00 apalagi ini setelah naik ya. Tadi saya sempet mampir ke “sub agen elpiji SU di Jalan AgusSalim Gorontalo, mereka belum menentukan harga jualnya ke konsumen.... Wah...wah.... bisa kaya tuh mereka seenaknya menetapkan harga sendiri....???? pantes, rakyat miskin banyak yang semakin miskin, yang mampu dan menguasai bisnis strategis.... makin makmur mereka. Apa Pemerintah juga “ngeh” soal ini. Saya yakin pasti laporan-laporan yang diterima oleh para petinggi negara ini “yang baik-baik saja” menuju era eufemisme kembali seperti jamannya Mbah Harto.Uffhhhhhh....

Eh, saking keselnya dulu pas saya komplain ke Pertaminan Customer Care, saya balas lagi jawaban mereka:

From: imam er
To: Pertamina Contact Center

Terima kasih atas jawaban email dari pertamina, tapi jawaban email tersebut:
SAMA SEKALI TIDAK MEMBERIKAN SOLUSI....!!!!!!!!

Apa bagusnya Pertamina diberi kewenangan luas sebagai perusahaan pengelola Migas di Indonesia jika tidak mampu:
1. MENGATUR HARGA DI TINGKAT PENGECER
2. MENGATUR DISTRIBUSI YANG TIDAK MENGELUARKAN BANYAK BIAYA BAGI KONSUMEN

Jika pola pikir Pertamina hanya sampai jawaban email tersebut, maka memang wajar pengecer2 BBM semakin kaya karena tidak adanya regulasi yang membatasinya. Padahal katanya, migas itu digunakan untuk kepentingan rakyat banyak.
-eR-
Jl. Ahmad Yani No. 06 Limboto
GORONTALO- INDONESIA


----- Original Message ----From: Pertamina Contact Center To: imam er Sent: Saturday, May 24, 2008 3:47:59 PMSubject: RE: Contact email (www.pertamina.com)
Yth Bpk Imam,

Terima kasih atas email Saudara kepada Pertamina Contact Center. Dapat kami informasikan bahwa agen resmi PT Pertamina untuk wilayah Gorontalo adalah PT Togojaya di Jl. Raja Ejato 43 Kel. Molosifat - Gorontalo. Harga jual LPG 12 Kg adalah Rp 51.000 pada tingkat agen. Untuk tingkat pengecer, sudah diluar kewenangan PT Pertamina.

Terima kasih,

PERTAMINA CONTACT CENTER
Phone : 62-21-7917 3000
SMS : 62-21-7111 3000
Fax : 62-21-7972 177
Email : pcc@pertamina.com
Website : www.pertamina.com

From: imam er[mailto:imam_erf@yahoo.com]Sent: Sat 5/24/2008 10:04 PMTo: Komunikasi Pertamina; Pertamina Contact CenterSubject: Contact email (www.pertamina.com)
Ada pengunjung yang mengirimkan email ke alamat kontak di website Pertamina dot com, Berikut isi beritanya:
Name : imam rochmadi
City : limboto, kabupaten gorontalo
Country : indonesia
Mobile : 081xxx826262
Email : imam_erf@yahoo.com
Message :

adakah agen LPG di Limboto, Kabupaten Gorontalo?Saya pegawai negeri yang baru dipindahtugaskan ke Limboto pada awal Bulan Februari 2008.
Saya adalah pelanggan LPG untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar memasak rumah tangga saya. Namun saya merasakan kendala dalam hal memperoleh gas LPG. Saat pertama kali membeli, saya tidak tahu ada agen resmi yang menjual sesuai harga.

Saat itu, saya membeli tabung + gas 12 kg seharga Rp650.000,00Saya mencari agen LPG di Limboto, Kabupaten Gorontalo namun tidak menemukannya. Agen LPG yang termurah adalah PT. TOGO JAYA yang ada di Kota Gorontalo. Namun untuk mendapatkannya, saya harus mengambil sendiri (tidak ada layanan antar) sehingga sangat merepotkan, apalagi saya tidak ada mobil.

saya ingin menyampaikan keluhan saya:
Tidak adakah penetapan harga LPG sehingga penjual bisa menjual harga LPG seenak perutnya sendiri?
Tidak adakah agen LPG di setiap kabupaten/kota sehingga saya tidak repot dan mahal untuk membeli LPG?
semoga keluhan saya ini diperhatikan untuk dicarikan solusi terbaik, bukan hanya untuk saya namun untuk masyarakat Gorontalo, karena saya berpikir suatu saat pasti konversi Mitan ke LPG akan berlaku di seluruh Indonesia.
Bagaimana Pertamina?
Sekian, mohon maaf apabila ada kesalahan kata....

Friday, June 20, 2008

males mikirin pilgub jawa tengah

Pemilihan Gubernur Jawa Tengah sebentar lagi, tapi kenapa saya gak terlalu mikirin pilgub Jawa Tengah, bahkan cenderung tidak merekomendasikan siapa yang harus dipilih kepada keluarga saya?
pertama
: Saya tinggal di luar Jawa (jadi otomatis gak punya hak pilih)
kedua
: calonnya kok ya "hampir semuanya" bupati/walikota yang sedang berkuasa (mmhhh...apa gak menyadari bahwa dulu mereka dipilih buat mimpin kabupaten/kota?)
ketiga
: gak ngaruh... siapapun gubernurnya kayaknya gak bakal bisa berbuat banyak....
hehe... ini opini pribadi loh.... yang punya hak pilih, GUNAKAN HAK PILIH ANDA DENGAN BAIK DAN BENAR.....

Monday, June 02, 2008

Lunasi, Awasi & Awasi....!!!


Gerakan mendukung audit pajak sampai dengan prosedur audit dokumen wajib pajak...!!!!

Remunerasi = Imunisasi

Sejak Juli 2007, Pemerintah mencanangkan Program Reformasi Birokrasi. Untuk proyek percontohannya ditunjuklah 3 lembaga, yakni Departemen Keuangan (notabene yang punya kewenangan thd Anggaran), Mahkamah Agung, dan BPK. Banyak kegiatan dalam reformasi birokrasi tersebut, namun yang paling besar adalah Reformasi Remunerasi berupa Tunjangan Khusus (ato sering disebut tunjangan remunerasi).
Departemen Keuangan, sebagai contoh, mengklasifikasikan Tunjangan Remunerasi ini dengan basis 27 grade, dengan rentang terendah Rp1.330.000 (grade 27) dan tertinggi Rp46.950.000 (grade 1). Demikian juga di BPK dan di MA, para pegawai mendapatkan tunjangan remunerasi meski jumlah tiap grade-nya masih kalah dengan jumlah yang diterima oleh para pegawai depkeu dengan grade yang sama. Tunjangan Renumerasi tersebut dinilai cukup kompetitif untuk mencegah pegawai agar tidak menyalahgunakan kekuasaan.
Ya, pemberian tunjangan remunerasi bisa dikatakan sebagai pemberian imunisasi pada para pegawai di lembaga tersebut untuk mencegah "tindakan-tindakan" yang tidak sejalan dengan reformasi birokrasi.
Dan, hampir setahun program reformasi birokrasi dilaksanakan, Depkeu membuat gebrakan dengan bekerjasama dengan KPK untuk menggeledah kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok. Penggeledahan yang dilaksanakan hari Jumat (30/5/08) s.d Sabtu (31/5/08) menemukan fakta yang membuat kita menggeleng-gelengkan kepala. Temuan uang Rp500juta di berbagai tempat (sesuai dengan kreatifitas para penyimpannya) yang diduga sebagai uang suap membuktikan bahwa pola pikir para oknum suap tersebut belum sepenuhnya memahami arti reformasi birokrasi. Wong sudah dikasih tunjangan tiap bulan yang besarnya minimal 4x Upah Minimum Kota kok ya masih "mau" menerima gelontoran uang suap dari para pasien yang gak mau ribet?
Di waktu mendatang, mungkin perlu pula KPK bekerjasama dengan instansi-instansi terkait untuk melaksanakan penggeledahan, baik di MA, BPK, maupun Depkeu (Kantor Pajaknya kayaknya perlu...) yang menjadi proyek percontohan Program Reformasi Birokrasi.
Dan bagi para oknum yang terbukti melakukan penyimpangan (khususnya terhadap kode etik yang dibuat sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan Reformasi Birokrasi) hendaknya dikenakan hukuman yang seberat-beratnya. Jika tidak bisa dilakukan pemberhentian ya cukup turunkan grade tunjangan "oknum-oknum" tersebut ke grade terendah, atau tidak usah terima tunjangan remunerasi saja, karena terbukti tunjangan tersebut tidak meningkatkan kinerja "mereka".
Marilah kita semua berusaha mencegah masuknya rizki yang tak halal ke dalam kehidupan kita.
"CARI YANG BARAKAH, TOLAK YANG TAK HALAL"

Saturday, May 24, 2008

Suwe Ra Mbakul...

Mbakul...
Istilah itu yang sering kami gunakan sewaktu di kampus Solo. Istilah itu berawal dari Mas Bondan 98 yang kalo ngobrol dengan orang yang suka telmi atau gak nyambung sering mengucapkan, “woooo..... dasar bakul...!!!”
Katanya, kalo ngomong dengan orang yang gak nyambungan sama dengan ngomong dengan bakul (tukang jualan) di pasar yang kadang juga sering gak nyambung. Benar tidaknya kata yang terakhir aku sendiri gak tahu.

Di Solo dulu, orang yang paling sering mbakul itu adalah Lujeng. Tapi hampir semua warga Tsaqofi (2000-2002) juga “enak” diajak mbakul. Iqbal, Devin, Wuled, mas Fatwa, Fitra, Tato, Tarno, n Danang juga. Hahaha.

Kangen juga ama aktivitas mbakul ini, sering menghibur saat senggang di antara padatnya aktivitas dan rutinitas kuliah dulu. Sekarang, mbakulnya sama sapa ya di kantor? Hampir belum ada yang sepadan dengan Lujeng dalam hal mbakul. Suer... Lujeng emang bakul sejati... Hihihi....

Monday, May 19, 2008

100 Tahun Kebangkitan Nasional = Kebangkrutan Nasional

Jelang 1 abad Kebangkitan Nasional, Pemerintah berencana menaikkan harga BBM dengan kompensasi BLT Plus. Alasannya: Jika tidak dinaikkan maka akan terjadi kebangkrutan APBN.
Cukup logis bagi para pemikir di jajaran elite politik, tapi untuk rakyat kecil, mau itung-itungan sejelas-jelasnya pun pasti tetep milih harga BBM jangan naik. Baru rencana naik aja harga2 udah mahal, antri BBM, dan rakyat sudah terkena imbasnya, apalagi ntar kalo udah naik???
Ada kompensasi... begitu kata pemerintah. Kompensasi-nya BLT Plus, yaitu uang bulanan Rp100.000,00 plus Minyak Goreng dan Beras. tapi ya mungkin cuma untuk 12 bulan, setelah itu rakyat miskin disuruh berpikir sendiri bagaimana caranya mencari uang sejumlah itu untuk menghidupi kehidupan mereka.
dengar di MetroTV bahwa Jumlah Orang Miskin bertambah di Tahun 2006 setelah program BLT, bukti bahwa program BLT itu hanya akal-akalan pemerintah agar dianggap "peduli" sama rakyat kecil.
dengar dari acara Democrazy tadi malem, seorang pengamat ekonomi mengatakan, bahwa Pemerintah sudah tahu kalo minyak itu barang langka, tapi kenapa program divertifikasi bahan bakar tidak jalan? Kemudian bagi hasil dengan perusahaan pengolah migas di Indonesia itu kemana?
Kata Kwik Kian Gie (di runningtext Metro TV), seharusnya dengan kenaikan harga minyak dunia menjadikan Indonesia untung dengan produksi minyak gas nya... tapi ke mana?
Kata HNW (juga di running text Metro TV), jangan dinaikkan dulu harga BBM, masih ada solusi misalnya dari sektor pajak, yang memang sudah menenuhi target tapi sebenarnya masih bisa lebih banyak masuk lagi kalo tidak ada kolusi antara pengusaha dan penguasa pajak... Mmmhh... mungkin itu sebabnya BPK selalu dihalang-halangi untuk memeriksa dokumen pajak wajib pajak....
Kata JK (yang banyak tampil di media), ..... kenaikan harga BBM untuk keadilan.... trus, kalo rakyat miskin tapi gak dapat jatah BLT (denger2 data yang mau dipake data Tahun 2006) apa itu keadilan???
Kata SBY, (maaf pembaca saya malah tidak pernah melihat n mendengar SBY mengeluarkan statement di media..., apa saya gak rajin nonton TV-nya ya...?)
Kata Megawati (di Metro Hari Ini), Kader PDI-P jangan golput besok pas Pemilu 2009.... (sudah berpikir jauh ke depan)
Kata rakyat kecil (kalo ini denger dari tetangga dan dari sms-sms yang masuk ke hape monokrom saya), awas ada sms santet.......dari nomor telepon berwarna merah (wah hebat dong hape monokrom bisa jadi berwarna hehehehe)
Nah loh,perhatian rakyat jadi terbelah dengan adanya isu sms santet.... apa ini satu strategi seperti jaman orde baru untuk mengalihkan perhatian rakyat.
Ah, negeriku... semoga benar2 bangkit.
teman2 Mahasiswa, jangan kotori aksi gerakan moral kalian dengan tindakan anarkis.... siklus angka 8 mungkin bisa terjadi tahun ini....
1908-1928-1998-2008?
Capek mikirnya....

Monday, May 12, 2008

kangennya...

sudah sekian lama pengen ngeblog... tapi blom kesampaian juga...
untunglah ada teman punya modem CDMA, dan untungnya di Gorontalo StarOne sudah ada...

dan kabar terbaru dari kami adalah... lahirnya putra kami, seorang jagoan... bernama
Fathan Ahmad Erdhiya

Lahir pada Hari Ahad, 04 Mei 2008 Pukul 05.02 WITA di RS Khadijah Gorontalo dengan Berat 3,7 kg, panjang 49cm...

Ah... bahagianya...
Dan Anak adalah amanah yang dititipkan Allah pada kita...
Kewajiban Orang Tua untuk mendidiknya menjadi seorang yang didambakan...

Allah, mudahkan dan berkahilah ia...
Ohya, ini ada foto dik Fathan dengan oma-nya, beberapa jam setelah lahir....