Monday, April 27, 2009

Dari Dulu Kita Sudah Diperingatkan Bahaya Flu Babi

Kan sudah dibilangin, dan jelas dalilnya:
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging BABI,dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapibarang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidakmenginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosabaginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."[Al Baqarah:173]

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging BABI, (daging hewan)yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yangjatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamumenyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala."[AlMaaidah: 3]
Katakanlah:"Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku,sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalaumakanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging BABI - karenasesungguhnya semua itu kotor - atau binatang disembelih atas nama selainAllah.[Al An'aam: 145]

"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah,daging BABI dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah;tetapi barang siapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dantidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi MahaPenyayang. "[An Nahl: 115]

Monday, April 20, 2009

kabar baik

Setelah masalah Kisruh DPT membayangi pelaksanaan Pileg kemarin ditambah postingan tentang PNS Pusat yang banyak kehilangan hak pilih, akhirnya KPU kembali menggunakan sistem domisili untuk pemutakhiran DPS&DPT Pilpres yang akan digelar Juli besok.
Dan kemarin, sudah ada petugas dari kelurahan yang datang untuk mendata (alhamdulillah sudah tidak repot2 ke Kelurahan). Karena saya dan istri sudah punya KTP sini, tinggal adikku yang belum masuk DPS karena KTP-nya masih Kebumen. Langsung deh kita minta masukkin nama adikku ke DPS...
Petugas : Loh ini kok NIK-nya beda nomornya nya dengan KTP Mbak ya???
Istriku : Lah iya, kan ini KTP Jawa....
Petugas : Tidak punya KTP sini...??
Istriku : Mas pe Adik (Adik suami saya) kan cuma kuliah di sini, jadi gak bikin KTP sini...
Petugas : Tidak ada surat pindah ???
Istriku : Lah kan udah dibilang cuma kuliah kan gak perlu surat pindah....
(Untungnya, kata-kata terakhir Istriku cuma di hati, saking keselnya....Cape Deh....!!!)

Friday, April 03, 2009

Dalam Hal Pemilu, PNS Pusat Bukan Warga Negara yang Baik???

Menjelang Pemilu ini, saya tiba-tiba mikir serius tentang status PNS khususnya Pemerintah Pusat seperti saya. Hal ini tidak lepas dari maraknya pemberitaan tentang DPT ganda, DPT Fiktif, DPT bermasalah di berbagai daerah di Indonesia. Pangkal masalahnya menurut saya mungkin sistem pembuatan DPT yang mengambil dari Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Pemerintah Kabupaten/Kota setempat. SIAK digunakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota sebagai salah satu amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Di sana disebutkan bahwa seorang penduduk hanya mempunyai satu Nomor Induk Kependudukan. Jadi kalo ada Pemda atau KPU yang bilang kalo NIK sama bisa untuk 2 orang atau satu orang ada 2 NIK itu adalah hal yang melanggar Undang-Undang. Ya kan???
Tapi bukan itu yang mau saya ceritakan di sini. Saya mau cerita, kalo sebagian besar pegawai di kantor saya tidak masuk dalam DPT Daerah Pemilihan tempat mereka tinggal. Loh, kok bisa? Ya bisa, karena SIAK itu... Dulu pas Pemilu Tahun 2004 pas saya masih kuliah, pendaftaran DPT itu lewat pendataan yang dilakukan oleh BPS. Jadi, orang yang gak punya KTP Solo (sebagian besar Mahasiswa) tetap bisa memilih karena terdata tinggal di Solo. Tapi untuk Tahun 2009 ini pemilih yang otomatis terdaftar adalah yang mempunyai KTP setempat. Padahal, PNS Pusat seperti saya kadang jika dipindahkan ke tempat tugas baru tidak meminta surat pindah dari tempat KTP asal, lah wong niatnya gak menetap kok... mikirnya paling 4 tahun lagi pindah.... Nah menurut SIAK, orang tidak bisa membuat KTP kalo tidak menyertakan Surat Pindah dari tempat asal. Pengendalian yang bagus bukan???? Toh itu yang membuat sebagia besar dari teman-teman berpikir.... ah gak punya KTP sini gak papa toh punya KTP Jawa yang notabene masih Indonesia hehehe.
Tapi imbas dari hal itu, gak terdaftarlah teman-teman di DPT Pemilu kali ini. Tentunya mereka terdaftar di DPT tempat asalnya masing-masing sesuai alamat KTP asal masing-masing. Menurut peraturan, orang yang punya hak pilih tapi tidak terdaftar karena tidak mempunyai KTP tempat ia tinggal sekarang, bisa mengurus untuk menambah DPT dengan cara meminta salinan DPT tempat asal orang tersebut yang tertera namanya kemudian mendaftarkan di PPS tempat ia tinggal sekarang. Tapi...... ngapain repot-repot gitu. Lah Memilih itu kan hak, kok harus ngurusin ini itu kita sendiri...ya Emoh lah.... harusnya pemerintah kan memfasilitasi orang menggunakan hak pilihnya. Nah akibat dari itu, teman-teman berpikir, “Gak Ikut Memilih juga Gak Papa”
Loh, kenapa gak milih di tempat asal kita aja??? Pulang??? Pulang Kampung pas lebaran aja setengah mati ngumpulin duitnya apalagi pulang hanya untuk Pemilu yang kalo gak cuti paling Cuma dapet 4 hari. Itung2annya rugi kalo dibanding income kita per bulan. Belum lagi kalo pulang pasti banyak dana non-budjeter dikeluarkan.
Sekarang kita mulai itung-itungan meskipun hitungan kasar ya. Kalo di suatu Provinsi ada sekitar 20 instansi vertikal, masing-masing punya 100 pegawai, yang terdaftar DPT Cuma 10 orang (yang termasuk warga negara yang patuh pada SIAK) maka yang tidak menggunakan hak pilih dalam provinsi itu 90 orang x 20 kantor = 1800 orang. Itu dalam satu provinsi, kalo di seluruh Indonesia berarti 33 provinsi maka yang dipastikan Golput = 1800 Orang x 33 Provinsi = 59.400 orang. Nah Loh, berarti sebagian Golput dari PNS Pusat...??? Signifikan gak ya??? Dari Jumlahnya mungkin gak terlalu dignifikan dibandingkan jutaan pemilih yang menggunakan hak pilihnya, tapi yang Golput ini PNS loh.Yang seharusnya menjadi warga negara yang baik dengan mensukseskan program pemerintah melalui Pemilu!!!!!
Trus salah siapa dong...??? Males ah main salah-salahan melulu. Lebih baik ke depannya sistem pendaftaran DPT diperbaiki, mungkin kombinasi antara sistem di Tahun 2004 dan Tahun 2009 ini. Tapi, tulisan saya ini dibaca Mendagri atau KPU gak ya??????????

Thursday, December 04, 2008

nuansa biru

jreng jreng jreng, it's our Lovely Family...
sun sayang buat Fathan dan Bunda.. !!!

pas diklat PU di Manado...

pesenane Andina, lebih praktis diupload di blog...
OK...
Ini Diklat PU yang diadakan oleh Perwakilan BPK RI di Manado selama 4 hari (20 - 23 Oktober kemarin...), maaf baru sempat diposting sekarang...

BAP in Action

Pemateri n moderator


salah satu peserta

poto-poto lah...

poto-poto lagi


ngantuk...

action...


lagi...


akhirnya ngumpul juga...

ngegaye...


ngegaye lagi

moderator action

moderator action lagi


peserta luar daerah


pose klasik

pose klasik lagi

pose klasik lagi-lagi

pose klasik lagi-lagi-lagi

pose klasik lagi-lagi-lagi-lagi

pose klasik lagi-lagi-lagi-lagi-lagi

PH...

Bams at PH background KFC (yang telah lama dirinduinya)

bams and eR

bams sing a song

karaoke at happy puppy 1

karaoke at happy puppy 2

karaoke at happy puppy 3

karaoke at happy puppy 4

manado, kapan ya kite ke sane lagi...???

Sunday, November 16, 2008

contoh yang tidak baik...

dari Gorontalo Post:
10 Siswa SMK 1 Kota Dibekuk Pesta Miras

Terancam Dikeluarkan Dari Sekolah, Abaikan Jam Pelajaran
GORONTALO - Jam pelajaran yang seharusnya digunakan untuk belajar di kelas, sepertinya tak berlaku bagi 10 siswa dari SMK 1 Kota Gorontalo. Menghindari jam pelajaran, 10 siswa ini, kedapatan sementara mengkonsumsi minuman beralkohol yang lokasinya tak jauh dari sekolah mereka.Dibantu warga sekitar, aksi yang telah berlangsung lama ini memaksa pihak berwajib melakukan razia dan berhasil mengamankan 10 siswa tersebut bersama sejumlah barang bukti lainnya Senin (11/11) kemarin sekitar pukul 10.00 Wita. 1 diantara 10 siswa tersebut, merupakan siswi atau perempuan berinisial CF yang kini masih duduk dibangku kelas 1. 9 teman lainnya, masing masing, AM, MM, AL, MF, tercatat sementara menimba ilmu di kelas 1 dan lainnya MA, RP, RG, AK duduk dibangku kelas 2. Tak hanya itu menurut penuturan salah satu dari siswa, bahwa minuman keras yang mereka teguk tersebut termasuk minuman yang memiliki kadar alkohol diatas 10 persen yang bisa memabukan. Hal menarik lainya minuman tersebut mereka beli dengan uang saku yang mereka sengaja simpan. "Minuman yang kami minum adalah pinaraci yang kami beli dari uang simpanan kami sendiri, " ujarnya dengan polos saat berbincang.
Kejadian ini pun ditanggapi beragam oleh masyarakat, Abdulah misalnya menggangap bahwa pihak sekolah tidak becus mendidik anak didik mereka, bahkan terkesan cuek. "Sekolah yang merupakan acuan dari sekolah lainya ternyata merupakan sekolah yang kurang becus mendidik siswanya, dan kalau begini lulusannya bukan menjadi penerus tongkat estafet, melainkan menjadi sampah masyarakat," ujar Abdulah.
Pihak sekolah SMKN 1 Kota Gorontalo melalui Humasnya Nursia K, ketika dikonfirmasi Gorontalo Post juga mengakui bahwa mereka merupakan siswa dari SMKN 1 Kota Gorontalo. Pihaknya kata Nursia, kini sementara membahas dan pastinya akan menseriusi persoalan ini dengan memberikan ganjaran yang setimpal dari apa dilakukan oleh para siswa tersebut. "Para siswa itu terancam diskorsing bahkan bisa saja dikeluarkan dari sekolah kalau memang terbukti bersalah," ungkap Nursia.
Sementara itu, Kapolsek Kota Tengah Iptu Zaenal Hamzah kepada Gorontalo Post menyatakan, siswa-siswa tersebut tidak akan ditahan namun hanya mendapatkan pembinaan dengan mengkoordinasikan dengan para orang tua serta pihak sekolah yang bersangkutan, "Mereka hanya dapat pembinaan. Ini hal yang serius dan ini tak boleh terulang," ujar Zaenal diruang kerjanya, kemarin. Zaenal juga menambahkan, kejadian tersebut merupakan tanggung jawab semua pihak termasuk guru selaku pembimbing dalam sekolah dan orang tua pembimbing di luar sekolah karena dengan begitu Kapolsek berharap kejadian ini tidak akan terulang. "Ini tanggung jawab kita semua," tandasnya.
Sementara itu ditempat terpisah Kepala Jaga Polsek Kota Tengah Brigadir Irwadin mengakui adanya kejadian tersebut, dimana pihaknya memergoki sejumlah siswa sedang pesta miras, berdasarkan laporan sejumlah warga. "Berdasarkan dari informasi yang kami terima dari masyarakat, kami langsung turun di tempat kejadian dan menekan para siswa tersebut bersama barang bukti berupa 2 botol pinaraci," tutup Irwadin. gpinfo

oh... INILAH tahun duaribu DELAPAN...!!!

media massa lagi pada seneng ngomongin delapan...
imbas dari pemilu yang makin dekat...
tapi hebat bener ini si delapan, kemarin saya lihat di TOPIK PETANG ANTV, Iklan kontroversialnya diputar gratis berulang-ulang...
Monggoh lah...
suka ya dipilih, nggak cocok ya jangan dipilih...
berlaku juga buat partai nomor satu sampai empatpuluhempat...

Mumpung masih ada waktu berpikir, pelajarilah semua partai-partai yang ada, mumpung masih tahun duaribu DELAPAN...

Thursday, October 30, 2008

komentar mereka...

atas postingan "Bisakah Kita Disiplin" yang saya lempar ke milis auditor angkatan saya, maka diperolehlah tanggapan-tanggapan sebagai berikut:
anang bs
comment:
itu lah menurutku beratnya jadi atasan, mereka harus bisa membina bawahan.
kalau mereka tidak membina dan membimbing yang merupakan salah satu tugas mereka, apakah mereka juga bisa dikategorikan melanggar disiplin?
mak-dar-it, mendingan lebih enak jadi staf dan ditegur dan tidak nggerundel (tapi susah yeee......), dari pada tidak disiplin.
ini aku ngenet di waktu kerja (ngecek email, browsing, dll dkk) apa ga disiplin? belum ada ketentuannya lho... tadi la wong, kepala direktoratnya juga menyarankan untuk selalu update info dan memang kami sering koordinasi lewat internet.
au ah gelap (^_^)
anangbs
amy ramadhani
comment:
klo g mau dibeda2in y jgn sampe jd org yg terkenal dkntor.
coba km bandingin (maaf y tdk bmksud menyinggung siapapun).
cthny ni:
si A plg sering dsuruh ini itu ma atasannya. y mgkn krn lebih cpet kerjaannya, lebih bgs kerjaannya ato krn lebih pengalaman jd lebih bs dipercaya drpd si B. klo si A itu g nongol2 dkntor, sering kluar tanpa alasan g jelas ato sakit pasti ditanyain kmana aja tuh anak.
tp klo si B, y blm tentu atasannya inget.bs jg krn km sering bgt kliatan dkntor, wira - wiri mulu jd klo km g kliatan dkit pasti ada yg aneh.
cth lg ni:
si A ruang kerjannya dket ma atasan tp si B engga. jd klo A kluar masuk pasti kliatan palagi kntornya kecil.
nah klo si B, mo masuk/engga jg blm tentu ketahuan krn ruangnya dibelakang jauh dr atasan&jrg dilalui ato dmasukin org.
saranku:udahlah trima aj. g bs km menuntut atasanmu utk adil ma tiap org krn manusia kan punya byk keterbatasan&ada konflik kepentingan satu ma yg laen.
anggap aja saat itu km lg apes jd dmrhin ddepan byk org cuma gara2 pake selop. mgkn pada waktu itu atasanmu jg lg stres, bete jd tumpahin kekesalannya k km.
tenang bro, yg mengalaminya mgkn bkn cuma km..okay.
yusuf ntjups
comment:
Bisa!
Hehehe.... kayaknya atasan tidak langsungnya mas imam kudu dipindah ke Pontianak deh, kemaren soalnya kasetlan (ketua panitia) kita waktu rapat panitia cuek2 aja pake sendal jepit tapi kalannya jg cuek bebek tuh..hehehe. ..;p
dony rahadhian
comment:
klo gitu atasan tidak langsung kang mas imam jangan sampe dech dipindah k palangka.... abis....aku kan jarang (hampir g pernah pake sepatu klo ngantor..... .paling2 klo mo ngadep kalan aja.....setiap hari cukup pake jepit yang dah aku gambarin bibir senyum di atasnya (abis klo g digambarin gitu sering ilang.....) itu pun dah sukur pake jepit kadang2 juga q lompat dari meja satu ke meja lain nyeker...... .........
...ya dah tabahkan hatimu mas imam........ tabahkan hatimu.....
yanar achmad
comment:
boeat immammers... .,
keharusan disiplin kadang hanya dan cuma berlaku buat golongan muda saja, beliau-beliau yang senior (kalo ga mau disebut sudah lebih berumur dan puluhan tahun mengabdi) penuh dengan ampunan (dengan berbagai alasan) jika belum (?) disiplin.
disiplin sebagian dari iman.

Saturday, October 18, 2008

Bisakah kita Disiplin...?

Hari Jumat (17/10/08) kemarin, saya ditegur atasan "tidak langsung" saya (apa ya bahasanya atasan daripada atasan langsung saya). Gara-garanya saya pake sepatu selop waktu ada acara makan-makan habis Jumatan... Saya disuruh ganti sepatu. Karena saya bawahan, ya saya ganti sepatu, karena memang saya bawa sepatu cuma pas abis Jumatan itu sepatu belum saya pake lagi, tapi saya pake selop. Saya pikir gak masalah lah ada acara makan siang saya gak pake sepatu. Asal jangan pake sandal jepit atau malah nyeker. Tapi kenyataan berkata lain. Saya pun ditegur untuk ganti sepatu. Meski saya ganti sepatu, tapi itu berpengaruh pada nafsu makan saya. Seketika itu juga nafsu makan saya turun. dan gak semangat lagi ikut acara makan-makan itu.
Sebenarnya gak masalah sih seorang atasan menegur bawahan. Dan itu sebagai bagian saya untuk instropeksi diri. Mungkin mulai esok saya akan berusaha untuk memakai sepatu yang bukan selop.
Tapi ada hal lain yang menggelitik saya. Kadang kita merasa kok ya bersalah banget sampe ditegur sedemikian rupa. Padahal... ada beberapa dari temen saya yang bahkan melanggar kedisiplinan paling berat (korupsi waktu) tapi gak sampe ditegur di depan umum gitu. Ada beberapa dari teman saya yang sering gak masuk kantor tanpa alasan jelas kepada atasan. Ada beberapa dari teman saya yang sering meninggalkan jam kerja tanpa alasan jelas kepada atasan. Ada beberapa dari teman saya yang saat jam kerja malah main bulutangkis.
MEREKA GAK PERNAH DITEGUR...
Padahal, saya meski sering berselop, saya berusaha tepat waktu ada di kantor. Tepat Waktu pulang dari kantor (bahkan lebih).
Mana ya yang URGENSInya lebih penting:
Disiplin Pakai Sepatu atau Disiplin Hadir Tepat Waktu dan Bekerja optimal dalam jam kerja.?
Kalo memang Hal pertama yang urgensinya lebih penting, berarti boleh dong kita gak ngerjain pekerjaan kita, mangkir, telat, bolos.... Yang penting PAKE SEPATU...
Jika aturan disiplin ditegakkan secara adil ke semua hal, maka saya pun akan siap menerima hukumannya bila melanggar masalah sepatu. Tapi jika pelanggaran disiplin atas jam kerja dan kehadiran tidak ditegur sebagaimana saya ditegur gara-gara gak pake sepatu... Saya merasa diperlakukan tidak adil. Meski menerima (karena saya sadar saya juga salah) tapi tetep aja Ndongkol....
Astaghfirullah.... ampuni dosa hamba-Mu ini ya Rabb...