Thursday, December 04, 2008

pas diklat PU di Manado...

pesenane Andina, lebih praktis diupload di blog...
OK...
Ini Diklat PU yang diadakan oleh Perwakilan BPK RI di Manado selama 4 hari (20 - 23 Oktober kemarin...), maaf baru sempat diposting sekarang...

BAP in Action

Pemateri n moderator


salah satu peserta

poto-poto lah...

poto-poto lagi


ngantuk...

action...


lagi...


akhirnya ngumpul juga...

ngegaye...


ngegaye lagi

moderator action

moderator action lagi


peserta luar daerah


pose klasik

pose klasik lagi

pose klasik lagi-lagi

pose klasik lagi-lagi-lagi

pose klasik lagi-lagi-lagi-lagi

pose klasik lagi-lagi-lagi-lagi-lagi

PH...

Bams at PH background KFC (yang telah lama dirinduinya)

bams and eR

bams sing a song

karaoke at happy puppy 1

karaoke at happy puppy 2

karaoke at happy puppy 3

karaoke at happy puppy 4

manado, kapan ya kite ke sane lagi...???

Sunday, November 16, 2008

contoh yang tidak baik...

dari Gorontalo Post:
10 Siswa SMK 1 Kota Dibekuk Pesta Miras

Terancam Dikeluarkan Dari Sekolah, Abaikan Jam Pelajaran
GORONTALO - Jam pelajaran yang seharusnya digunakan untuk belajar di kelas, sepertinya tak berlaku bagi 10 siswa dari SMK 1 Kota Gorontalo. Menghindari jam pelajaran, 10 siswa ini, kedapatan sementara mengkonsumsi minuman beralkohol yang lokasinya tak jauh dari sekolah mereka.Dibantu warga sekitar, aksi yang telah berlangsung lama ini memaksa pihak berwajib melakukan razia dan berhasil mengamankan 10 siswa tersebut bersama sejumlah barang bukti lainnya Senin (11/11) kemarin sekitar pukul 10.00 Wita. 1 diantara 10 siswa tersebut, merupakan siswi atau perempuan berinisial CF yang kini masih duduk dibangku kelas 1. 9 teman lainnya, masing masing, AM, MM, AL, MF, tercatat sementara menimba ilmu di kelas 1 dan lainnya MA, RP, RG, AK duduk dibangku kelas 2. Tak hanya itu menurut penuturan salah satu dari siswa, bahwa minuman keras yang mereka teguk tersebut termasuk minuman yang memiliki kadar alkohol diatas 10 persen yang bisa memabukan. Hal menarik lainya minuman tersebut mereka beli dengan uang saku yang mereka sengaja simpan. "Minuman yang kami minum adalah pinaraci yang kami beli dari uang simpanan kami sendiri, " ujarnya dengan polos saat berbincang.
Kejadian ini pun ditanggapi beragam oleh masyarakat, Abdulah misalnya menggangap bahwa pihak sekolah tidak becus mendidik anak didik mereka, bahkan terkesan cuek. "Sekolah yang merupakan acuan dari sekolah lainya ternyata merupakan sekolah yang kurang becus mendidik siswanya, dan kalau begini lulusannya bukan menjadi penerus tongkat estafet, melainkan menjadi sampah masyarakat," ujar Abdulah.
Pihak sekolah SMKN 1 Kota Gorontalo melalui Humasnya Nursia K, ketika dikonfirmasi Gorontalo Post juga mengakui bahwa mereka merupakan siswa dari SMKN 1 Kota Gorontalo. Pihaknya kata Nursia, kini sementara membahas dan pastinya akan menseriusi persoalan ini dengan memberikan ganjaran yang setimpal dari apa dilakukan oleh para siswa tersebut. "Para siswa itu terancam diskorsing bahkan bisa saja dikeluarkan dari sekolah kalau memang terbukti bersalah," ungkap Nursia.
Sementara itu, Kapolsek Kota Tengah Iptu Zaenal Hamzah kepada Gorontalo Post menyatakan, siswa-siswa tersebut tidak akan ditahan namun hanya mendapatkan pembinaan dengan mengkoordinasikan dengan para orang tua serta pihak sekolah yang bersangkutan, "Mereka hanya dapat pembinaan. Ini hal yang serius dan ini tak boleh terulang," ujar Zaenal diruang kerjanya, kemarin. Zaenal juga menambahkan, kejadian tersebut merupakan tanggung jawab semua pihak termasuk guru selaku pembimbing dalam sekolah dan orang tua pembimbing di luar sekolah karena dengan begitu Kapolsek berharap kejadian ini tidak akan terulang. "Ini tanggung jawab kita semua," tandasnya.
Sementara itu ditempat terpisah Kepala Jaga Polsek Kota Tengah Brigadir Irwadin mengakui adanya kejadian tersebut, dimana pihaknya memergoki sejumlah siswa sedang pesta miras, berdasarkan laporan sejumlah warga. "Berdasarkan dari informasi yang kami terima dari masyarakat, kami langsung turun di tempat kejadian dan menekan para siswa tersebut bersama barang bukti berupa 2 botol pinaraci," tutup Irwadin. gpinfo

oh... INILAH tahun duaribu DELAPAN...!!!

media massa lagi pada seneng ngomongin delapan...
imbas dari pemilu yang makin dekat...
tapi hebat bener ini si delapan, kemarin saya lihat di TOPIK PETANG ANTV, Iklan kontroversialnya diputar gratis berulang-ulang...
Monggoh lah...
suka ya dipilih, nggak cocok ya jangan dipilih...
berlaku juga buat partai nomor satu sampai empatpuluhempat...

Mumpung masih ada waktu berpikir, pelajarilah semua partai-partai yang ada, mumpung masih tahun duaribu DELAPAN...

Thursday, October 30, 2008

komentar mereka...

atas postingan "Bisakah Kita Disiplin" yang saya lempar ke milis auditor angkatan saya, maka diperolehlah tanggapan-tanggapan sebagai berikut:
anang bs
comment:
itu lah menurutku beratnya jadi atasan, mereka harus bisa membina bawahan.
kalau mereka tidak membina dan membimbing yang merupakan salah satu tugas mereka, apakah mereka juga bisa dikategorikan melanggar disiplin?
mak-dar-it, mendingan lebih enak jadi staf dan ditegur dan tidak nggerundel (tapi susah yeee......), dari pada tidak disiplin.
ini aku ngenet di waktu kerja (ngecek email, browsing, dll dkk) apa ga disiplin? belum ada ketentuannya lho... tadi la wong, kepala direktoratnya juga menyarankan untuk selalu update info dan memang kami sering koordinasi lewat internet.
au ah gelap (^_^)
anangbs
amy ramadhani
comment:
klo g mau dibeda2in y jgn sampe jd org yg terkenal dkntor.
coba km bandingin (maaf y tdk bmksud menyinggung siapapun).
cthny ni:
si A plg sering dsuruh ini itu ma atasannya. y mgkn krn lebih cpet kerjaannya, lebih bgs kerjaannya ato krn lebih pengalaman jd lebih bs dipercaya drpd si B. klo si A itu g nongol2 dkntor, sering kluar tanpa alasan g jelas ato sakit pasti ditanyain kmana aja tuh anak.
tp klo si B, y blm tentu atasannya inget.bs jg krn km sering bgt kliatan dkntor, wira - wiri mulu jd klo km g kliatan dkit pasti ada yg aneh.
cth lg ni:
si A ruang kerjannya dket ma atasan tp si B engga. jd klo A kluar masuk pasti kliatan palagi kntornya kecil.
nah klo si B, mo masuk/engga jg blm tentu ketahuan krn ruangnya dibelakang jauh dr atasan&jrg dilalui ato dmasukin org.
saranku:udahlah trima aj. g bs km menuntut atasanmu utk adil ma tiap org krn manusia kan punya byk keterbatasan&ada konflik kepentingan satu ma yg laen.
anggap aja saat itu km lg apes jd dmrhin ddepan byk org cuma gara2 pake selop. mgkn pada waktu itu atasanmu jg lg stres, bete jd tumpahin kekesalannya k km.
tenang bro, yg mengalaminya mgkn bkn cuma km..okay.
yusuf ntjups
comment:
Bisa!
Hehehe.... kayaknya atasan tidak langsungnya mas imam kudu dipindah ke Pontianak deh, kemaren soalnya kasetlan (ketua panitia) kita waktu rapat panitia cuek2 aja pake sendal jepit tapi kalannya jg cuek bebek tuh..hehehe. ..;p
dony rahadhian
comment:
klo gitu atasan tidak langsung kang mas imam jangan sampe dech dipindah k palangka.... abis....aku kan jarang (hampir g pernah pake sepatu klo ngantor..... .paling2 klo mo ngadep kalan aja.....setiap hari cukup pake jepit yang dah aku gambarin bibir senyum di atasnya (abis klo g digambarin gitu sering ilang.....) itu pun dah sukur pake jepit kadang2 juga q lompat dari meja satu ke meja lain nyeker...... .........
...ya dah tabahkan hatimu mas imam........ tabahkan hatimu.....
yanar achmad
comment:
boeat immammers... .,
keharusan disiplin kadang hanya dan cuma berlaku buat golongan muda saja, beliau-beliau yang senior (kalo ga mau disebut sudah lebih berumur dan puluhan tahun mengabdi) penuh dengan ampunan (dengan berbagai alasan) jika belum (?) disiplin.
disiplin sebagian dari iman.

Saturday, October 18, 2008

Bisakah kita Disiplin...?

Hari Jumat (17/10/08) kemarin, saya ditegur atasan "tidak langsung" saya (apa ya bahasanya atasan daripada atasan langsung saya). Gara-garanya saya pake sepatu selop waktu ada acara makan-makan habis Jumatan... Saya disuruh ganti sepatu. Karena saya bawahan, ya saya ganti sepatu, karena memang saya bawa sepatu cuma pas abis Jumatan itu sepatu belum saya pake lagi, tapi saya pake selop. Saya pikir gak masalah lah ada acara makan siang saya gak pake sepatu. Asal jangan pake sandal jepit atau malah nyeker. Tapi kenyataan berkata lain. Saya pun ditegur untuk ganti sepatu. Meski saya ganti sepatu, tapi itu berpengaruh pada nafsu makan saya. Seketika itu juga nafsu makan saya turun. dan gak semangat lagi ikut acara makan-makan itu.
Sebenarnya gak masalah sih seorang atasan menegur bawahan. Dan itu sebagai bagian saya untuk instropeksi diri. Mungkin mulai esok saya akan berusaha untuk memakai sepatu yang bukan selop.
Tapi ada hal lain yang menggelitik saya. Kadang kita merasa kok ya bersalah banget sampe ditegur sedemikian rupa. Padahal... ada beberapa dari temen saya yang bahkan melanggar kedisiplinan paling berat (korupsi waktu) tapi gak sampe ditegur di depan umum gitu. Ada beberapa dari teman saya yang sering gak masuk kantor tanpa alasan jelas kepada atasan. Ada beberapa dari teman saya yang sering meninggalkan jam kerja tanpa alasan jelas kepada atasan. Ada beberapa dari teman saya yang saat jam kerja malah main bulutangkis.
MEREKA GAK PERNAH DITEGUR...
Padahal, saya meski sering berselop, saya berusaha tepat waktu ada di kantor. Tepat Waktu pulang dari kantor (bahkan lebih).
Mana ya yang URGENSInya lebih penting:
Disiplin Pakai Sepatu atau Disiplin Hadir Tepat Waktu dan Bekerja optimal dalam jam kerja.?
Kalo memang Hal pertama yang urgensinya lebih penting, berarti boleh dong kita gak ngerjain pekerjaan kita, mangkir, telat, bolos.... Yang penting PAKE SEPATU...
Jika aturan disiplin ditegakkan secara adil ke semua hal, maka saya pun akan siap menerima hukumannya bila melanggar masalah sepatu. Tapi jika pelanggaran disiplin atas jam kerja dan kehadiran tidak ditegur sebagaimana saya ditegur gara-gara gak pake sepatu... Saya merasa diperlakukan tidak adil. Meski menerima (karena saya sadar saya juga salah) tapi tetep aja Ndongkol....
Astaghfirullah.... ampuni dosa hamba-Mu ini ya Rabb...

Saturday, September 27, 2008

posting di kesunyian

27 September 2008
Ramadhan Hari ke 27, berarti Hari Raya Idul Fitri tinggal 4 hari lagi... (ya kan?). saya posting ini di kantor...alone, sendirian karena memang sudah bukan hari kerja alias sudah masuk rangkaian cuti bersama.
Lah Trus wong wis libur kok kenapa saya masih ke Kantor...? Yah, tadi pagi jalan-jalan ama Fathan, pulangnya mampir kantor. Trus saya sempetin ngenet. Karena memang di Limboto ini satu2nya akses internet yang paling cepat yang saya jumpai adalah di kantor... Lagian rugi kalo gak digunain, wong biaya langganannya (katanya Yoga) sama baik dipake atau tidak. bebas kuota critane...
Trus, ngapain ini posting? Sebenernya saya juga gak tau mau posting apa yang jelas saat ini saya lagi nyiapin lebaran di negeri Orang. Hehehe, mulai tadi malem ikut tradisi pasang lampu (Tumbilotohe), jadi tiap rumah pasang lampu dari botol bekas kratindaeng (susah amat nggambarinnya, saya bilang aja senthir/dian ya...). Nah lampu ini dipasangnya mulai tadi malem ampe besok malem lebaran.
Ya mungkin mirip lah ama desa-desa di Jawa Tengah yang pasang lampu lampion yang kertasnya merah putih itu.
Selain itu juga udah mulai nyari penganan buat sajian pas orang-orang saling berkunjung.
Ya udah, gitu aja... hehehe gak penting banget yah....
OK buat sahabat n temans semua,"MET IEDUL FITRI 1429H"
Semoga Allah SWT menerima semua amalan kita di Bulan Ramadhab dan menjadikan kita pribadi-pribadi yang mendapatkan kemenangan yang Fitri...

Tuesday, September 23, 2008

nyess...

"Ayah ingin berwasiat kepada kalian anak-anakku, ingatlah dalam keadaan apapun hanya menjadikan Allah sebagai tumpuan dan harapan, jangan pernah ada yang lain, duduklah dan bersimpuh dalam tahajud kalian, adukanllah semuanya kepada Allah SWT. Karena tangisan orang-orang fakir miskin, anak-anak yatim akan menggetarkan arsy di langit sana…."

*cuplikan dialog wasiat Asrul kepada anak-anaknya di Para Pencari Tuhan
(jilid 2)

Monday, September 22, 2008

Jalan Jalan ke Menara Keagungan

Ini pose Fathan dengan mobil-nya...(hehehe)
Karena Dik Fathan sudah punya mobil baru (stroller) di rumah, jadi hari Sabtu tanggal 20 September kemarin kita ajak jalan-jalan ke Taman Menara Keagungan...

Jarak dari Rumah ke Menara cukup jauh, kita naik motor dulu ke Kantor. Titip motor di Kantor trus lanjut deh.... walking to Menara Keagungan...
Ternyata... asyik juga jalan-jalan pagi. Ditambah Taman-nya sepi, jadi kliatan Asri. Heran, pagi-pagi Ramadhan kok sepi...kalo di Jawa pasti rame terus...

postingan yang dimanfaatkan...!!!

Sahabats n Temans... beberapa hari lalu ada email masuk tentang seseorang yang posting comment di postingan blog ini, "KTP Rupa Lama". Postingan itu Bulan Februari 2007. Intinya, dalam email yang masuk itu saya disuruh liat sebuah forum di penjualan online. Kaget.... scan-an KTP ku ternyata dimanfaatkan oleh "orang jahat" untuk menipu lawan transaksinya.
N sekarang, postingan itu sudah saya hapus agar jangan dimanfaatkan lagi oleh pihak2 yang tidak bertanggungjawab. Mohon Maaf, hal tersebut karena saya gak hati-hati dalam memposting sesuatu.
Berikut saya cuplikan isi dari topik forum tersebut untuk mencegah agar tidak ada lagi yang tertipu:
ouke99 wrote:
Bro, kenalkan saya Arie Kurniawan, saya mau sedikit info mengenai member dengan nick tazmanian_devil
pertama-tama, ini saya bukan menuduh atau gimana, hanya merasakan ada beberapa kejanggalan, tp saya harus sharing ini dulu dengan anda selaku moderator di bursa.
si tazmanian_devil, mengaku namanya Imam R, dan tinggal di medan selama 3 bulanan, beralamat di Jl. Stadion no.11 Medan Kota.
Saya nego dengan dia untuk kedua unit AEG, dan akhirnya deal sebesar 4.3 jt incl ongkir ke jkt.
kemudian karena baru kenal, maka saya menawarkan menggunakan rekber, tp dia menolak dengan alasan sedang butuh uang untuk pengobatan orang tua pacarnya yg sedang sakit.
lalu saya usul, menggunakan dp dulu 2.5jt, kemudian sisanya saya transfer stlh brg sampai.
kemudian untuk alasan keamanan, kami bertukar info KTP.Melalui PM, saya dikirimkan scan ktp-nya... (KTP-nya KTP Kebumen yang pernah aku posting di: "KTP Rupa Lama,red)
dia sempat memberi info no rek (tp bukan atas nama dia)
no rek BNI 011 178 7014 a/n Gizka taminathasya
kemudian dia merubahnya ke no rek Mandiri 10 300 952 55 952 an Surtiati
BUKAN ATAS NAMA DIA JUGA, padahal saya maunya kirim ke rekening dengan atas nama dia.
karena semakin curiga, saya sempet minta bantuan om google untuk cari info,
Ini blog yang dibuat Imam Rochmadi, dan dari blog-blognya terlihat di berdomisili di sulawesi, dan setelah diperhatikan posting blog-blognya ternyata skg dia sudah beristri.
SO, MOHON BRO, dilacak kebenarannya, mungkin dari ip-nya atau apa, saya sudah cancel transaksi dengan dia, tp takutnya ada temen2 lain yg malah kejerumus, jika benar dia penipu.
Apesnya saya juga, saya kirim scan ktp saya ke dia, jika benar dia bermaksud jahat, apes lah saya, jika nanti dia menggunakan identitas saya untuk di forum lain.Saya ga mau posting ini di forum, sebelum semuanya benar2 terbukti.
ThX,
Kurniawan
SEKALI LAGI, MOHON WASPADA JIKA ADA ORANG YANG MENGGUNAKAN KTP SAYA DALAM TRANSAKSI ONLINE, KARENA SAYA GAK PERNAH BERMINAT DALAM TRANSAKSI ONLINE !!!!