Tuesday, August 12, 2008

Apa Kabar Manado...???

Buka-buka pic waktu di Manado... ada foto lucu...
Jadi inget, apa kabar temans? Manado aman?

Thursday, August 07, 2008

ngompol (ngomongin politik) yuuk... !!!

kebanyakan nonton Metro The Election Channel...
ngikutin perkembangan berita Pemilu 2009, ternyata ada satu partai yang diperhatikan oleh partai-partai lain. Ini partai nomor delapan jagoannya si aguscuprit loh...

Waktu mewacanakan calon pemimpin muda... banyak pihak yang merasa dirugikan...
Waktu mewacanakan calon pemimpin bergelar minimal Ph.d... banyak juga yang merasa dirugikan...
Kata pihak PKS, itu kriteria dan syarat untuk seleksi di internal Partai, kenapa partai lain mesti ikut campur? Mungkin karena di partai lain minim kader muda, minim kader bergelar doktor... (kata temen saya loh...)

Kalo menurut saya pribadi sih, siapa pun pemimpinnya yang penting bisa memperbaharui kepemimpinan. Yah idealnya yang muda. Trus pendidikan gak penting asal bisa menunjukkan kecakapannya dalam berdiplomasi terutama dalam pergaulan internasional. Memang Doktor gak menjamin orang bisa memimpin, tapi kalo doktornya orangnya saleh, amanah, dan bisa menentramkan rakyat, kenapa mesti ragu untuk memilih seorang doktor menjadi pemimpin...
Gitu Aja Kok Repot...!!!!

Tuesday, August 05, 2008

turut berduka...

tercatat sabtu siang (02/08) pukul 12.51 WIB, sebuah SMS masuk ke ponselku.
"Siang, Imam. Aku lg nunggu Bapakku di RS PKU Sruweng. Sakit Kuning, typus, organ cerna parah. Minta tlg di-DOAkan ya. Nuwun...."
SMS itu dari Ari Srundeng / Bowing. Aku baru sempat baca sms itu maghrib, karena memang biasa kalo hari Sabtu-Ahad aku silent Hpku... (tujuannya untuk Familuy Day di rumah bareng Fathan)
Aku tidak langsung balas, karena bingung aku harus jawab apa sms itu. Lebih baik langsung ikut mendoakannya agar diberi kesembuhan.
Sampai Ahad pagi, tidak ada kabar lagi dari Bowing, aku pikir semua baik-baik saja.
Ahad itupun masih Family Day, Hp ku-silent.
Abis Dzuhur (jam 13-an WITA), aku cek HP. Ada sms dari Ikha Novi. Tercatat pukul 11.48 WIB (12.48 WITA?). Isinya singkat, "Mam, ayah ari wibowo meninggal td pagi dimakamkan nanti jam 16. Glekk. Innalillahi....
Dan setelah itu banyak sms mengabarkan meninggalnya Pak Prayit, Ayah Bowing.
Aku tidak bisa berbuat banyak. Aku hanya turut mendoakan semoga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan mendapatkan hikmah di setiap kejadian.
Bowing bagiku sudah seperti Saudara yang banyak membantuku dalam berbagai hal. Banyak petualangan yang telah kami lewati bersama sejak jaman PMR SMA dulu. dari sanalah aku mengenal bahwa dia sosok yang ringan tangan, suka membantu, ramah, bersahabat... meski ada perbedaan keyakinan di antara kita. Namun kami semua tidak pernah mempermasalahkannya. Karena kami tidak menjadikan hal itu sebuah tembok pemisah, melainkan masing-masing bilik yang kami masuki pada waktunya.
Bowing anak laki-laki tertua. Dan aku percaya dia bisa menghadapi kejadian ini dengan sikap dewasa. Yah, aku yakin, dia bisa menggantikan bapaknya sebagai kepala keluarga.
Sobat, maaf aku tidak bisa hadir langsung untuk bertakziah ke rumahmu. Aku turut berduka.

Friday, August 01, 2008

yang terlewatkan

Maaf kepada sahabats & temans yang telah memberikan informasi tentang pernikahan yang pada akhirnya saya hanya bisa membalasnya lewat SMS... sekedar doa semoga menggapai pernikahan barakah :)
Arum
Mbak Noer
Hartika
Dewi Wulansari
Suratman
Doddy
Anies-Rahmat
Yance (Dian)

Baarakallahu laka wabaraka 'alaika wajama'a bainakuma fii khoirin ....
afwan, kalo tiada kesan tanpa kehadiranku (hehehe... tetep aja narsis!!!)
Secara jadi orang di luar Jawa... berpikir 70 kali kalo mau pulang hehehehe

Thursday, July 03, 2008

Apa Kata Dunia..!!!!


diambil dari Majalah Pemeriksa edisi Feb-Mar 2008.

Duh, susahnya jadi Fans-nya Pak El Piji!!!

Kenapa saya sampai menggunakan kalimat itu sebagai judul postingan kali ini? Sebab saya bingung kenapa kok ya salah urus di Indonesia sampai ke tingkat bawah menyangkut kebutuhan penting rakyat.......

Padahal di tingkat atas sudah banyak yang ketahuan salah urusnya pemerintah terhadap penanganan hukum:

Banyak aparat hukum (kejaksaan agung) “mainmata” dan baru ketahuan. Mungkin dari dulu udah membudaya... cuman baru ketauan sekarang. Oo kamu ketahuan....

Ada anggota DPR tertangkap tangan beberapa tempo lalu...eh baru-baru aja ada lagi yang tertangkap tangan. Mirisnya mereka dari partai-partai “yang menggunakan simbol kabah” sebagai lambangnya... memang sih kalo mau ke negeri tempat Ka’bah berada perlu duit, tapi kan duitnya harus halal... (hehehe)

Nah, ini nyang menyangkut tingkat baeah:
Kebijakan konversi Bu Minah ke Pak El Piji. Tapi kondisinya ya menurut saya tidak sebaik apa yang diharapkan semua orang. Ada soal tabung gas konversi yang “kurang aman” ampe permainan Pertamina yang seenaknya menaikkan harga Elpiji saat Minah sudah ditarik dari pasaran. Harga Elpiji per kg yang tadinya Rp4.250,00 menjadi Rp5.000,00. Tinggal kalikan saja, untuk tabung 3kg berarti de pe harga Rp15.000,00 yang 12kg de pe Rp60.000,00 (TAPI ITU BARU DI JAWA....!!!!!!!!!!).

Trus bagaimana di Luar Jawa...? MAHALLLLLLLLLLLLL.....!!!!!!!!!!!
Di Gorontalo, sebelum kenaikan harga, harga 12kg El Piji aja dah Rp88.200,00. Padahal harga “resmi”-nya dari Pertamina cuma Rp51.000,00. Suerr, harga Rp51.000,00 itu hasil konfirmasi saya dengan Pertamina Customer Care “yang gak solutif”. Masa, ketika saya mengadukan tingginya harga El Piji di Gorontalo, dengan tanpa bersalahnya mereka jawab, “Pertamina tidak mempunyai kewenangan terhadap harga di luar agen”. Padahal di agennya sendiri udah jelas harganya lebih mahal. Trus, sekarang ketika pertamina sudah menaikkan harga Elpiji yang 12kg menjadi Rp60.000,00, harga di agen tersebut (TJ) sudah mencapai Rp115.000,00... Gileeee.... untuk masak sebulan aja mahal banget. Nah itu belum harga di pengecer (sub agen istilahnya “mereka”). Sebelum kenaikan aja harga 12kg mencapai Rp120.000,00 apalagi ini setelah naik ya. Tadi saya sempet mampir ke “sub agen elpiji SU di Jalan AgusSalim Gorontalo, mereka belum menentukan harga jualnya ke konsumen.... Wah...wah.... bisa kaya tuh mereka seenaknya menetapkan harga sendiri....???? pantes, rakyat miskin banyak yang semakin miskin, yang mampu dan menguasai bisnis strategis.... makin makmur mereka. Apa Pemerintah juga “ngeh” soal ini. Saya yakin pasti laporan-laporan yang diterima oleh para petinggi negara ini “yang baik-baik saja” menuju era eufemisme kembali seperti jamannya Mbah Harto.Uffhhhhhh....

Eh, saking keselnya dulu pas saya komplain ke Pertaminan Customer Care, saya balas lagi jawaban mereka:

From: imam er
To: Pertamina Contact Center

Terima kasih atas jawaban email dari pertamina, tapi jawaban email tersebut:
SAMA SEKALI TIDAK MEMBERIKAN SOLUSI....!!!!!!!!

Apa bagusnya Pertamina diberi kewenangan luas sebagai perusahaan pengelola Migas di Indonesia jika tidak mampu:
1. MENGATUR HARGA DI TINGKAT PENGECER
2. MENGATUR DISTRIBUSI YANG TIDAK MENGELUARKAN BANYAK BIAYA BAGI KONSUMEN

Jika pola pikir Pertamina hanya sampai jawaban email tersebut, maka memang wajar pengecer2 BBM semakin kaya karena tidak adanya regulasi yang membatasinya. Padahal katanya, migas itu digunakan untuk kepentingan rakyat banyak.
-eR-
Jl. Ahmad Yani No. 06 Limboto
GORONTALO- INDONESIA


----- Original Message ----From: Pertamina Contact Center To: imam er Sent: Saturday, May 24, 2008 3:47:59 PMSubject: RE: Contact email (www.pertamina.com)
Yth Bpk Imam,

Terima kasih atas email Saudara kepada Pertamina Contact Center. Dapat kami informasikan bahwa agen resmi PT Pertamina untuk wilayah Gorontalo adalah PT Togojaya di Jl. Raja Ejato 43 Kel. Molosifat - Gorontalo. Harga jual LPG 12 Kg adalah Rp 51.000 pada tingkat agen. Untuk tingkat pengecer, sudah diluar kewenangan PT Pertamina.

Terima kasih,

PERTAMINA CONTACT CENTER
Phone : 62-21-7917 3000
SMS : 62-21-7111 3000
Fax : 62-21-7972 177
Email : pcc@pertamina.com
Website : www.pertamina.com

From: imam er[mailto:imam_erf@yahoo.com]Sent: Sat 5/24/2008 10:04 PMTo: Komunikasi Pertamina; Pertamina Contact CenterSubject: Contact email (www.pertamina.com)
Ada pengunjung yang mengirimkan email ke alamat kontak di website Pertamina dot com, Berikut isi beritanya:
Name : imam rochmadi
City : limboto, kabupaten gorontalo
Country : indonesia
Mobile : 081xxx826262
Email : imam_erf@yahoo.com
Message :

adakah agen LPG di Limboto, Kabupaten Gorontalo?Saya pegawai negeri yang baru dipindahtugaskan ke Limboto pada awal Bulan Februari 2008.
Saya adalah pelanggan LPG untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar memasak rumah tangga saya. Namun saya merasakan kendala dalam hal memperoleh gas LPG. Saat pertama kali membeli, saya tidak tahu ada agen resmi yang menjual sesuai harga.

Saat itu, saya membeli tabung + gas 12 kg seharga Rp650.000,00Saya mencari agen LPG di Limboto, Kabupaten Gorontalo namun tidak menemukannya. Agen LPG yang termurah adalah PT. TOGO JAYA yang ada di Kota Gorontalo. Namun untuk mendapatkannya, saya harus mengambil sendiri (tidak ada layanan antar) sehingga sangat merepotkan, apalagi saya tidak ada mobil.

saya ingin menyampaikan keluhan saya:
Tidak adakah penetapan harga LPG sehingga penjual bisa menjual harga LPG seenak perutnya sendiri?
Tidak adakah agen LPG di setiap kabupaten/kota sehingga saya tidak repot dan mahal untuk membeli LPG?
semoga keluhan saya ini diperhatikan untuk dicarikan solusi terbaik, bukan hanya untuk saya namun untuk masyarakat Gorontalo, karena saya berpikir suatu saat pasti konversi Mitan ke LPG akan berlaku di seluruh Indonesia.
Bagaimana Pertamina?
Sekian, mohon maaf apabila ada kesalahan kata....

Friday, June 20, 2008

males mikirin pilgub jawa tengah

Pemilihan Gubernur Jawa Tengah sebentar lagi, tapi kenapa saya gak terlalu mikirin pilgub Jawa Tengah, bahkan cenderung tidak merekomendasikan siapa yang harus dipilih kepada keluarga saya?
pertama
: Saya tinggal di luar Jawa (jadi otomatis gak punya hak pilih)
kedua
: calonnya kok ya "hampir semuanya" bupati/walikota yang sedang berkuasa (mmhhh...apa gak menyadari bahwa dulu mereka dipilih buat mimpin kabupaten/kota?)
ketiga
: gak ngaruh... siapapun gubernurnya kayaknya gak bakal bisa berbuat banyak....
hehe... ini opini pribadi loh.... yang punya hak pilih, GUNAKAN HAK PILIH ANDA DENGAN BAIK DAN BENAR.....

Monday, June 02, 2008

Lunasi, Awasi & Awasi....!!!


Gerakan mendukung audit pajak sampai dengan prosedur audit dokumen wajib pajak...!!!!

Remunerasi = Imunisasi

Sejak Juli 2007, Pemerintah mencanangkan Program Reformasi Birokrasi. Untuk proyek percontohannya ditunjuklah 3 lembaga, yakni Departemen Keuangan (notabene yang punya kewenangan thd Anggaran), Mahkamah Agung, dan BPK. Banyak kegiatan dalam reformasi birokrasi tersebut, namun yang paling besar adalah Reformasi Remunerasi berupa Tunjangan Khusus (ato sering disebut tunjangan remunerasi).
Departemen Keuangan, sebagai contoh, mengklasifikasikan Tunjangan Remunerasi ini dengan basis 27 grade, dengan rentang terendah Rp1.330.000 (grade 27) dan tertinggi Rp46.950.000 (grade 1). Demikian juga di BPK dan di MA, para pegawai mendapatkan tunjangan remunerasi meski jumlah tiap grade-nya masih kalah dengan jumlah yang diterima oleh para pegawai depkeu dengan grade yang sama. Tunjangan Renumerasi tersebut dinilai cukup kompetitif untuk mencegah pegawai agar tidak menyalahgunakan kekuasaan.
Ya, pemberian tunjangan remunerasi bisa dikatakan sebagai pemberian imunisasi pada para pegawai di lembaga tersebut untuk mencegah "tindakan-tindakan" yang tidak sejalan dengan reformasi birokrasi.
Dan, hampir setahun program reformasi birokrasi dilaksanakan, Depkeu membuat gebrakan dengan bekerjasama dengan KPK untuk menggeledah kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok. Penggeledahan yang dilaksanakan hari Jumat (30/5/08) s.d Sabtu (31/5/08) menemukan fakta yang membuat kita menggeleng-gelengkan kepala. Temuan uang Rp500juta di berbagai tempat (sesuai dengan kreatifitas para penyimpannya) yang diduga sebagai uang suap membuktikan bahwa pola pikir para oknum suap tersebut belum sepenuhnya memahami arti reformasi birokrasi. Wong sudah dikasih tunjangan tiap bulan yang besarnya minimal 4x Upah Minimum Kota kok ya masih "mau" menerima gelontoran uang suap dari para pasien yang gak mau ribet?
Di waktu mendatang, mungkin perlu pula KPK bekerjasama dengan instansi-instansi terkait untuk melaksanakan penggeledahan, baik di MA, BPK, maupun Depkeu (Kantor Pajaknya kayaknya perlu...) yang menjadi proyek percontohan Program Reformasi Birokrasi.
Dan bagi para oknum yang terbukti melakukan penyimpangan (khususnya terhadap kode etik yang dibuat sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan Reformasi Birokrasi) hendaknya dikenakan hukuman yang seberat-beratnya. Jika tidak bisa dilakukan pemberhentian ya cukup turunkan grade tunjangan "oknum-oknum" tersebut ke grade terendah, atau tidak usah terima tunjangan remunerasi saja, karena terbukti tunjangan tersebut tidak meningkatkan kinerja "mereka".
Marilah kita semua berusaha mencegah masuknya rizki yang tak halal ke dalam kehidupan kita.
"CARI YANG BARAKAH, TOLAK YANG TAK HALAL"