Thursday, January 12, 2012

4 Tipe Karyawan Berdasarkan Tingkat Kejujuran


lagi suka mantengin website malesbanget.com, slaen artikelnya lucu lucu tapi ya memang ada benernya juga loh, kayak satu ini menguraikan tipe karyawan berdasarkan kejujuran, ada 4 tipe setidaknya, mari cekidot.


1. Si Jujur

Kamu memang orang baik. Didikan orang tua kamu untuk jadi orang yang jujur berhasil. Bos kamu pun pasti menghargai kejujuran kamu, dan keberanian kamu untuk mengaku bahwa kerjaan kamu belom selese. Tapi, kejujuran itu ada harganya. Untuk kasus ini, harganya adalah kemungkinan besar kamu bakal di omelin.
2. Si Pembohong
Nah, ini nih yang nggak bener. Kerjaan belom selese, tapi bilangnya udah. Kalo belom deadline sih gpp kali ya, malah kamu dianggep hebat sama bos kamu soalnya bisa kerja cepet. Kamu masih bisa ngebut buat nyelesein kerjaan itu. Nah kalo langsung ditagih saat itu juga ? Mampus aja lu.
3.Si Cerdik
Ini sifatnya situasional sih, tepatnya sebelom waktu deadline. Sebenernya kerjaan kamu udah beres dan rapih, tinggal diserahin aja. Tapi deadline-nya masih besok. Pas bos kamu nanyain, kamu bilang belom, masih ngerjain. Dengan begini, bos kamu kemungkinan nggak bakal nambahin kerjaan kamu, dan kamu bisa santai.
4. Si Teladan
Pekerjaan kamu selalu selesai tepat waktu, dan hasilnya selalu memuaskan. Bos kamu sangat percaya pada kemampuan kamu, dan juga pada diri kamu secara personal. Kalo ada kesempatan promosi, pasti kamu yang pertama di rekomendasikan sama bos kamu. Tapi sisi negatifnya adalah, karena kerjaan kamu udah selese, kamu bakal dikasih kerjaan baru. Selamat bekerja!
Nah, Kamu termasuk tipe yang mana? kayaknya enakan jadi si cerdik yak.... ahahahaha....

sumber: malesbanget

Tuesday, December 13, 2011

D a h s y a t

meskipun cerita berawal dari benci di hati
tak lantas kuurungkan maksudku untuk milikimu
menyelami hatimu yang sempat terkunci untukku
sampai mati kucinta

dahsyatnya perasaan cintaku ini kepadamu
seringnya kita tak sepaham aku smakin mencinta
satu hal lagi yang harus kau ingat dan kau pahami
sampai mati kucinta

sebuah peristiwa cinta terjadi dan harus terjadi
Karena ini yang kuimpikan
sejarah hidup ini tak bisa tanpa ada engkau
ku harus bersamamu

dahsyatnya keinginanku milikimu
tak bisa terhalangi
sepertinya ini takdirku kan jadi kekasihmu
sampai mati aku mencinta
ku harus bersamamu

dahsyatnya perasaan cintaku ini kepadamu
seringnya kita tak sepaham aku smakin mencinta
satu hal lagi yang harus kau ingat dan kau pahami
sampai mati kucinta

*diciptakan dan dipopulerkan oleh Melly Goeslaw

ketika asyik liat video-video klip karaoke yang kukopi dari harddisk si Anggi, nemu lagu ini. Ini lagu lama, dan udah pernah kudengerin berkali-kali, tapi gak pernah merhatiin liriknya. Ketika liat lirik di video clip karaoke-nya, baru kusadari deh nih lirik lagu nohok banget ma diriku. kayaknya mirip kejadiannya aku sama istriku.... Luv U My Wife...

Monday, December 12, 2011

BoekoeBiroe #01

kemarin iseng-iseng buka BoekoeBiroe, ya sebuah buku ukuran folio, dulu digunakan untuk menampung coretan-coretan temen-temen BEM UNS Kabinet Harum 2003/2004. kalo baca-baca tulisan yang sangat aktual di masa itu... trus diperbandingkan sama mereka-mereka yang ada di buku itu masa kini.... rasanya luar biasa....

nanti suatu saat saya akan tulis beberapa tulisan (pengennya sih semuanya, tapi tergantung LSF-nya juga) dari BoekoeBiroe tersebut, semoga bbrp pembaca blog ini adalah anggota Kabinet Harum. semoga bisa menjadi sedikit pelepas rindu....

Mahasiswa ketemu Gembala

Benu, adalah seorang mahasiswa fakultas peternakan di sebuah universitas terkenal di Jogja, dia sedang melakukan observasi tentang peternakan di sebuah desa.Suatu hari, Benu berpapasan dengan seorang gembala dengan domba-dombanya yang banyak sekali jumlahnya ada yang bulunya hitam dan ada yang bulunya putih, Benu pun berhenti dan bertanya dengan takjub pada penggembala domba tersebut. 
"Pak, boleh nanya nih?"
"Boleh," kata gembala itu.
"Domba-domba Bapak sehat sekali, Bapak kasih makan apa?"
"Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?"
"Mmm yang hitam dulu deh...."
"Oh, kalau yang hitam, dia makannya rumput basah"
"Ooohh... kalau yang putih?"
"Yang putih juga...."
"Hmmmm.... kambing-kambing ini, kuat jalan berapa kilometer, Pak?"
"Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?"
"Mmm yang hitam dulu deh..."
"Oh, kalau yang hitam, empat kilometer sehari"
"Ooohh... kalau yang putih?"
"Yang putih juga...."
Si Benu mulai gondok, tapi kemudian ia kembali melanjutkan pertanyaannya,
"Kambing ini menghasilkan banyak bulu per tahunnya ya, Pak?"
"Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?" kembali si gembala balas tanya.
"Yang hitam dulu deh...." sahut Benu dengan kesalnya.
"Oh, kalo yang hitam, banyak... 10 kilogram setahun."
"Kalau yang putih?"
"Yang putih juga...."
Si Benu mulai kesal,"Bapak ini kenapa sih selalu membedakan kambing jadi dua. Padahal, jawabannya sama saja."
"Oh, gini Dik, soalnya yang hitam itu punya saya...."
"Oh begitu Pak, maafkan saya kalau begitu, habis saya emosi," ujar Benu merasa bersalah. Lalu ia kembali bertanya,"Lalu, kalo yang putih punya siapa, Pak?"
"Yang putih juga punya saya Dik......."

[gorogorostory] 3 : jangan beli rokok 1 slop

Kejadian ini terjadi di Tilamuta, ibukota Kabupaten Boalemo di Provinsi Gorontalo. Ketika itu temen-temen auditor BCF sedang melakukan audit pemerintahan. Kebetulan saat itu supervisor audit datang untuk mereview pekerjaan temen-temen. Kebetulan supervisor adalah perokok berat dan kebetulan pula di tim audit tidak ada yang merokok. Maka akhirnya 2 orang temen auditor beli rokok di sebuah toko di Tilamuta. Biar tidak usah beli berkali-kali maka diputus beli rokok (sebut aja Rokok X) sebanyak 1 slop sekalian.

Setelah sampai tokonya, terjadilah percakapan:

Auditor (A) : Tante, ada Rokok X???
Tante (T)   : Ya ada....
A              : Berapa sebungkus??
T              : 10.500....
A               : Kalo beli 1 slop berapa?
T              : Eh, tidak boleh kalo beli 1 slop....
A              : Tapi kita mau beli sekalian 1 slop Tante....
T              : Tidak boleh....
A              : Kalo beli lebih 1 bungkus boleh?
T              : Boleh....

akhirnya temen auditor itu menemukan solusinya.

A               : Tante beli 10 bungkus deh...
T               : jadi 100.500....
A               : Iya Tante, ini uangnya....

akhirnya pun rokok dibayar. Dan kebetulan stok rokok yang diluar slop tinggal 1, jadi Tante tersebut membuka slop dan mengambil 9 bungkus rokok. sisa 1 rokok dipajang.

A               : Tante, itu kardus rokok (1 slop)-nya saya minta deh...
T               : ambil jo...

temen auditor itu pun mengambil kardus rokok 1 slop dan memasukkan 10 bungkus rokok ke dalamnya. beres.

Begitulah, untuk beli 1 slop rokok diperlukan tips dan trik khusus. Untuk beli 1 slop rokok aja perlu waktu banyak. hahahaha... inilah gorogorostory, cerita dari Gorontalo.....

Sunday, December 11, 2011

Jalan jalan di Car Free Day Kota Gorontalo


Hari Minggu ini kami menyempatkan diri ke Car Free Day kota Gorontalo di seputaran Lapangan Taruna.... yah lumayan lah buat refreshing di kota kecil ini.... Sambil nitah Iyum yang udah mulai belajar Jalan hehehe....

Wednesday, November 09, 2011

tamu oh tamu...

"setiap ada tamu mengapa jantungku berdetak lebih cepat seperti genderang mau perang"

Hehehe itu cuplikan lagunya. tiba2 keinget peristiwa bbrp hari lalu saat mbak LOIT bilang ke ane,"Mas itu tamumu ditemenin..."
Ada tamu dari Biro IT dateng ke BCF Gorontalo dalam rangka ngatur konfigurasi virtual buat jaringan e-audit. Kebetulan ane tim pemeriksa piloting e-audit.
Ane jawab ke mbak-nya: eh itu tamu Setlan lah bukan tamu tim, tanggung jawab ada di setlan. (Mau ane jawab itu tg jawab LOIT tapi gak sampe ane). Dan ane pun dah gak mau nanya-nanya lagi, bagi ane tanggungjawab ae adalah di pemeriksaannya, bukan harus ikut proses yg berkaitan dgn pemasangan infrastrukturnya.
Hari ini denger kabar ada yg kena tegur krn tamu dr Biro TI gak ditemenin saat lagi ngerjain jaringan di kantor perwakilan BCF, siapa salah coba?

Friday, October 21, 2011

dikotomi lantai....

kalo yang ini cerita terbaru dari kantorku, Kantor Perwakilan BCF di Gorontalo, jelang akhir tahun ada kebijakan baru yang cukup menyenangkan para pegawai, ada jatah makan siang gratis buat para pegawai tiap hari selasa dan jumat.... tapi khusus para pegawai di lantai 1 dan 2 aja. Untuk lantai 3, untouchable... entah apa maksudnya apakah emang kantor mendikotomikan antara pegawai subauditorat (auditor) dengan pegawai sekretariat (penunjang-pendukung)???
Lo iri Mam gak dapet jatah makan siang??? Hahaha bukan iri lah, kalo makan siang ane ada istri yang masak di rumah, tapi yang gak abis pikir begitu teganya kantor mendikotomikan pegawai? ya tau lah itu anggaran makan minum emang yang pegang sekretariat, tapi masa ya harus mengabaikan pegawai yang di lantai 3. apalagi yang di lantai 3 pas hari ini cuman ada 3 orang, masa diabaikan, ketika kita turun ke bawah memandang teman2nya di lantai 1 dan 2 lagi pada menikmati makanan.... dimana coba rasa kemanusiaannya, wong sama-sama satu kantor, sama-sama kerja untuk negara, tapi diperlakukan beda gitu. Kenapa pimpinan gak mikirin perasaan pegawai di lantai 3???
Belum lagi masalah Diklat, pegawai lantai 3 bulan ini gak boleh ada yang ikut diklat, akhirnya pegawai di lantai 1 dan 2 yang diperbolehkan ikut. dengan alasan kan para pegawai lantai 3 udah dapet jatah ngaudit, jadi yang berangkat diklat pegawai lantai 1&2 lah (bagi-bagi rejeki). Lah emang pegawai lantai 1&2 gak boleh audit? kan mereka juga ikut audit juga??? hehehehe....
sekali lagi, bukan masalah bagi-bagi jatah seperti itu seharusnya yang diterapkan, tapi diklat itu kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kecakapan auditor....
kenapa harus ada dikotomi antara lantai 3 dengan lantai 1&2??? kenapa harus ada dikotomi antara yang unit subauditorat dengan unit sekretariat??? yang di lantai 3 kan juga manusia lah, tolong dimanusiakan.... jangan terlalu diabaikan toh kita semua sama-sama bekerja....

*suerrr saya tulis ini bukan karena saya gak dikasih makan siang, tapi saya prihatin dikotomi lantai ini udah mulai gak baik buat iklim kerja di kantor..... semoga ada yang membaca tulisan ini, minimal anda yang blogwalking kesini... hehehehe

Monday, October 03, 2011

Di Bawah Komando Ibu....

Ini adalah sesi Gladi Resik Upacara tanggal 3 Oktober 2011...