Sunday, June 18, 2017
Harta Karun di Rumah Kebumen
KASET
iya kaset buat diputer di Tape Recorder. Iya, tape recorder yang itu... kebetulan pas kapan hari aku beli secara onlen, udah jarang yang jual memang tapi alhamdulillah dapat merk SONY men.
dan alhamdulillah setelah buka buffet TV, di bawahnya masih kesimpen kaset kaset... baik kaset hedonis maupun kaset syariah (nasyid, red). hehehe... seingatku dulu jumlahnya ada 50an lebih tapi yang ada kurang dari itu, dan beberapa mungkin hilang. tapi yo wislah diselamatkan yang ada dulu. begitu ketemu langsung disiapkan untuk dibawa balik ke Jakarta....
Ya... jangan heran ya kalo kasetnya random banget. ada albumnya Sherina, Tasya, Titi DJ, Kla, Westlife, P-Project dan Potret. Dan di antara tumpukan itu ada pula albumnya Linkin Park punya adikku. Ya angkut ajalah, lagian dia juga gak punya tape. Hahaha....
Bersyukur ya di jaman sekarang masih bisa menikmati musik dari kaset. Antik rasanya... hihihi.
Semoga masih bagus bagus ya gak ada yang rusak pitanya. kalo sekedar pita njamur sih gampang tinggal puter aja terus terusan nanti kan ilang sendiri. Tapi kalo dah sampe pitanya rusak, susah mbenerinnya.
Wednesday, April 26, 2017
Moermahadi Soerja Djanegara Terpilih Menjadi Ketua BPK
Perubahan pimpinan BPK RI yang diwujudkan dengan Pemilihan Ketua, Wakil Ketua serta pergeseran posisi struktural anggota BPK dengan proses Sidang Badan dilakukan sesuai Pasal 15 ayat 2 UU No.15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan serta Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BPK.
Berdasarkan Sidang Badan tanggal 21 April 2017, Moermahadi Soerja Djanegara secara aklamasi terpilih menjadi Ketua BPK yang baru menggantikan Harry Azhar Azis (menjabat sebagai Ketua BPK sejak 21 Oktober 2014) yang bergeser menjadi Anggota VI BPK. Sementara posisi Wakil Ketua terpilih adalah Bahrullah Akbar (sebelumnya menjabat Anggota VI BPK) menggantikan Sapto Amal Damandari yang memasuki masa purna tugas.
Adapun posisi pimpinan BPK RI secara lengkap sebagai berikut:
Ketua : Dr. Moermahadi Soerja Djanegara, C.P.A., CA.
Wakil Ketua : Prof. Dr. Bahrullah Akbar, M.B.A.
Anggota I : Dr. Agung Firman Sampurna, S.E., M.Si.
Anggota II : Dr. Agus Joko Pramono, M.Acc., Ak., CA.
Anggota III : Achsanul Qosasi
Anggota IV : Prof. Dr. H. Rizal Djalil
Anggota V : Ir. Isma Yatun, M.T.
Anggota VI : Dr. H. Harry Azhar Azis, M.A.
Anggota VII : Prof. Dr. Eddy Mulyadi Soepardi, CFr.A., CA.
Adapun pembagian bidang tugas dan kewenangan pimpinan BPK adalah sebagai berikut:
TUGAS DAN WEWENANG KETUA, WAKIL KETUA, DAN ANGGOTA BPK RI
| No. | Pimpinan BPK | Tugas dan Wewenang | Objek Tugas dan Wewenang |
| 1. | Ketua (merangkap Anggota) | Melaksanakan:
|
Pelaksana BPK dan para pemangku kepentingan |
| 2. | Wakil Ketua (merangkap Anggota) | Melaksanakan:
|
Pelaksana BPK dan para pemangku kepentingan |
| 3. | Anggota I |
|
|
| 4. | Anggota II |
|
|
| 5. | Anggota III |
|
|
| 6. | Anggota IV |
|
|
| 7. | Anggota V |
|
|
| 8. | Anggota VI |
|
|
| 9. | Anggota VII |
|
|
Ketua BPK RI
![]() Dr. Moermahadi Soerja Djanegara, C.P.A., CA. |
I. KETERANGAN PRIBADI
III. RIWAYAT PEKERJAAN
Audit & Konsultan Manajemen
Manajemen Pendidikan
Komisaris Independen
IV. LAIN-LAIN Pendidikan Profesi/Short Course
Karya Ilmiah
Seminar & Simposium
Penghargaan / Piagam Tanda Kehormatan:
|
Monday, August 15, 2016
Bangku Sandar (Jemuran Handuk) di Antara Urusan Prioritas Pelayanan Kereta Commuter Line
Monday, March 21, 2016
Seperti Kekasihku
Ya awalnya suka lagunya cuman sobat, ternyata lagu lagu lainnya gak kalah kece loh. Dan yang paling dihapal tuh lagu Seperti Kekasihku. Bahkan sampai membayangkan jika aku jadi bintang video klip itu, kira kira siapa lawan mainnya. Eh padahal aku pernah punya pacar aja enggak... wkwkwkwkwk
ya begitulah, kalo karaokean sekarang salah satu judul lagu andalannya adalah Seperti Kekasihku...
Friday, November 27, 2015
Pak Kasim Guru Bahasa Indonesiaku
Kasim. Demikian namanya. Singkat memang, tapi cerita tentang dia tak bisa jika hanya diungkapkan sesingkat namanya. Beliau mengajar saya mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Kebumen. Pertama kali berinteraksi, tentunya saat awal saya masuk kelas 1.B Tahun Ajaran 1994/1995. Beliau wali kelas saya.
Kesan pertama, beliau ramah, dan suka bercanda. Dan itu memang hanya kesan pertama. Benar-benar hanya pada saat pertama kali bertatap muka dengan kami, murid-muridnya di Kelas 1.B. Setelah itu, dalam mengajar, beliau hampir tidak pernah tertawa, meskipun beliau wali kelas kami. Entah apa alasannya, tapi itu akhirnya menjadi trademark-nya.
Ohya saat Upacara, pas kelas 1.B mendapatkan giliran sebagai petugas upacara, salah seorang teman kami bernama Ali Zaen mendapatkan tugas sebagai pembaca naskah Pembukaan UUD 1945. Tapi di paragraf ketiga, Ali membaca kata "gerbang kemerdekaan" menjadi "gerbong kemerdekaan". Langsung deh pas kebetulan di jam ke-8 hari senin ada jam pembinaan wali kelas, si Ali disuruh meminjam KBBI dari perpus dan disuruh membedakan kata "gerbang" dengan "gerbong".
Aku juga pernah 2 jam pelajaran saat diajar beliau. Betul betul diajarkan menulis sesuai huruf latin yang dicontohkan di lembar contoh huruf latin. Ya saat itu materinya soal latihan essay, sudah kujawab dengan kalimat sempurna. Namun bentuk huruf yang kutulis tidak sama dengan yang ada di lembar contoh huruf latin sambung. Dan beneran deh saat itu tangan sampai pegel pegel nulis halus.
Tapi alhamdulillah, saat diajar pak Kasim, nilai Bahasa Indonesiaku baik baik terus. Dan beliaulah yang saya akui menanamkan pemahaman dasar dalam pelajaran bahasa Indonesia yang kelak dipakai hingga dunia kerja.
Trimakasih Pak Kasim. Al Fatihah untukmu.
Monday, August 31, 2015
#KuisBudiPekerti : Tempat Duduk di KRL Commuterline
KRL tiap harinya selalu padat, dan dapat tempat duduk di KRL merupakan keberuntungan. Seperti pada pagi ini, anak SD tersebut ternyata dapat tempat duduk dalam KRL. Namun beberapa menit kemudian, ada seorang lansia yang tidak mendapatkan tempat duduk. Lansia tersebut berdiri di hadapan siswi SD yg sedang duduk itu. Lansia ini wajahnya tampak keliatan kesal karena ingin duduk dengan harapan siswi tersebut mau memberikan tempat duduk untuknya.
Dan terjadilah dialog berikut:
Ibu Lansia: Dek, bisa ganti ibu yg duduk tidak?
Siswi SD : gak ah... ini kan tempat duduk khusus penumpang biasa. Karena ibu orang lansia, yah suruh berdiriin orang lain yg lagi duduk di tempat duduk prioritas lah..
Akhirnya ada PKD yang menghampiri
PKD: ibu duduk saja di tempat prioritas. karena ini untuk penumpang lain.!
Ibu Lansia; Baik mas..
Siswi SD : Nah, gitu dong bu duduk di tempat prioritas.. makannya gunain yang benar itu tempat duduk prioritas biar sepi atau padat penumpang!..
Dari peristiwa tersebut, kira kira siapa yang benar siapa yang salah??
komentar komentar yang masuk:
Monday, June 29, 2015
Lelaki yang Bersandar di Pintu Kereta
Friday, May 22, 2015
Naik Gethek Eretan Kampung Serab
Thursday, January 29, 2015
Jumping Conclusion
Berikut contoh kasus Jumping Conclusion:
Pada suatu hari di sebuah bar, masuklah seorang lelaki berpakaian perlente dan memesan minuman. Sang bartender yang melihat mahluk keren tersebut tertarik dan bertanya: “Apa pekerjaan Anda?”
“Saya seorang konsultan manajemen!” jawab lelaki tersebut.
“Wah Anda hebat. Tapi saya belum jelas, sebenarnya apa sih yang dikerjakan oleh seorang konsultan itu?” tanya bartender.
“Oh, pada prinsipnya konsultan itu adalah seorang logic thinker”.
Si bartender bingung dan bertanya lebih lanjut, "Apa yang bisa dilakukan oleh logic thinker?”
“Wah susah menerangkannya, soalnya memang bukan pekerjaan yang lazim, tapi saya akan kasih Anda contoh praktis saja biar jelas. Sekarang anggap saja saya konsultan Anda, oke?”
“Oke,” jawab bartender.
“Begini, pertama-tama saya perlu bertanya dulu, apakah Anda punya akuarium?” tanya konsultan.
“Ya, saya punya akuarium besar sekali di rumah.”
“Nah kalau Anda punya akuarium, logisnya Anda punya ikan kan?”
“Jelas. Saya punya berbagai jenis ikan.”
“Kalau Anda punya ikan, logikanya Anda itu sayang binatang.”
“Benar sekali, saya sangat sayang pada binatang”
“Kalo pada binatang aja Anda sayang, apalagi pada anak Anda!! Anda pasti sangat menyayangi anak Anda.”
“Betul sekali (kegirangan), saya mencintai anak saya lebih dari ikan.”
“Nah logisnya, jika punya anak pasti punya istri,” lanjut konsultan.
“Anda kok tahu? saya memang punya istri yang cantik jelita.”
“Tentu saja saya tahu, itu semua logis saja. Nah sekarang kesimpulannya, jika Anda punya istri dan anak, berarti Anda tidak impoten!!! Betul?”
“Seratus persen betul, saya tidak impoten.”
“Nah begitulah kira-kira logic thinker itu.”
“Ooo, jadi begitu to? Saya mengerti sekarang,” kata bartender takjub.
Lelaki berprofesi konsultan tersebut akhirnya pergi.
Di situ ada cleaning service bar yang sedang membersihkan meja. Sesaat kemudian si cleaning service ini mendatangi si bartender dan bertanya, “Kamu tadi kok asyik sekali, ngobrol apa sih?”
“Tadi itu seorang konsultan. Saya diajari pekerjaan konsultan sebagai logic thinker.”
“Apa itu logic thinker”, tanya si teman.
“Wah, susah menjelaskannya, soalnya bukan pekerjaan yang lazim sih Saya berikan contoh prakteknya saja ya (lagaknya kumat). Begini lho, pertama-tama saya perlu bertanya dahulu, kamu punya akuarium nggak?”
“Nggak punya tuh?”
“OOO… kalau begitu, kesimpulannya berarti kamu IMPOTEN!!!”











