Wednesday, November 09, 2011

tamu oh tamu...

"setiap ada tamu mengapa jantungku berdetak lebih cepat seperti genderang mau perang"

Hehehe itu cuplikan lagunya. tiba2 keinget peristiwa bbrp hari lalu saat mbak LOIT bilang ke ane,"Mas itu tamumu ditemenin..."
Ada tamu dari Biro IT dateng ke BCF Gorontalo dalam rangka ngatur konfigurasi virtual buat jaringan e-audit. Kebetulan ane tim pemeriksa piloting e-audit.
Ane jawab ke mbak-nya: eh itu tamu Setlan lah bukan tamu tim, tanggung jawab ada di setlan. (Mau ane jawab itu tg jawab LOIT tapi gak sampe ane). Dan ane pun dah gak mau nanya-nanya lagi, bagi ane tanggungjawab ae adalah di pemeriksaannya, bukan harus ikut proses yg berkaitan dgn pemasangan infrastrukturnya.
Hari ini denger kabar ada yg kena tegur krn tamu dr Biro TI gak ditemenin saat lagi ngerjain jaringan di kantor perwakilan BCF, siapa salah coba?

Friday, October 21, 2011

dikotomi lantai....

kalo yang ini cerita terbaru dari kantorku, Kantor Perwakilan BCF di Gorontalo, jelang akhir tahun ada kebijakan baru yang cukup menyenangkan para pegawai, ada jatah makan siang gratis buat para pegawai tiap hari selasa dan jumat.... tapi khusus para pegawai di lantai 1 dan 2 aja. Untuk lantai 3, untouchable... entah apa maksudnya apakah emang kantor mendikotomikan antara pegawai subauditorat (auditor) dengan pegawai sekretariat (penunjang-pendukung)???
Lo iri Mam gak dapet jatah makan siang??? Hahaha bukan iri lah, kalo makan siang ane ada istri yang masak di rumah, tapi yang gak abis pikir begitu teganya kantor mendikotomikan pegawai? ya tau lah itu anggaran makan minum emang yang pegang sekretariat, tapi masa ya harus mengabaikan pegawai yang di lantai 3. apalagi yang di lantai 3 pas hari ini cuman ada 3 orang, masa diabaikan, ketika kita turun ke bawah memandang teman2nya di lantai 1 dan 2 lagi pada menikmati makanan.... dimana coba rasa kemanusiaannya, wong sama-sama satu kantor, sama-sama kerja untuk negara, tapi diperlakukan beda gitu. Kenapa pimpinan gak mikirin perasaan pegawai di lantai 3???
Belum lagi masalah Diklat, pegawai lantai 3 bulan ini gak boleh ada yang ikut diklat, akhirnya pegawai di lantai 1 dan 2 yang diperbolehkan ikut. dengan alasan kan para pegawai lantai 3 udah dapet jatah ngaudit, jadi yang berangkat diklat pegawai lantai 1&2 lah (bagi-bagi rejeki). Lah emang pegawai lantai 1&2 gak boleh audit? kan mereka juga ikut audit juga??? hehehehe....
sekali lagi, bukan masalah bagi-bagi jatah seperti itu seharusnya yang diterapkan, tapi diklat itu kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kecakapan auditor....
kenapa harus ada dikotomi antara lantai 3 dengan lantai 1&2??? kenapa harus ada dikotomi antara yang unit subauditorat dengan unit sekretariat??? yang di lantai 3 kan juga manusia lah, tolong dimanusiakan.... jangan terlalu diabaikan toh kita semua sama-sama bekerja....

*suerrr saya tulis ini bukan karena saya gak dikasih makan siang, tapi saya prihatin dikotomi lantai ini udah mulai gak baik buat iklim kerja di kantor..... semoga ada yang membaca tulisan ini, minimal anda yang blogwalking kesini... hehehehe

Monday, October 03, 2011

Di Bawah Komando Ibu....

Ini adalah sesi Gladi Resik Upacara tanggal 3 Oktober 2011...


Thursday, July 14, 2011

Bertepuk Sebelah Tangan..???

Apakah ini yang namanya Harapan yang bertepuk sebelah tangan :p?
Just Kidding ya Winda dan Marzuki.... :D

Monday, June 20, 2011

Waka BPK Herman Widyananda tutup usia....

turut berduka cita atas meninggalnya Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, Dr. Ir. Herman Widyananda, S.E., M.Si. pada hari Senin, 20 Juni 2011 pukul 06.30 WIB di Rumah Sakit MMC Kuningan Jakarta.

Semoga almarhum mendapat tempat yang mulia disisi Allah SWT, dan kepada keluaga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan iman. Amin.

*sekedar info: wakil ketua BPK tutup usia menjelang masa jabatannya berakhir.... tahun 2009 alm. Abdullah Zaini juga tutup usia menjelang jabatannya berakhir....*

Monday, April 25, 2011

sudah kubilang...

sudah kubilang hapus air mata....
sudah kubilang....

*wakakakakak.... gak jelas neih nulisin apa ini blog.....*

Friday, April 15, 2011

Koh Bams dan Bam's Angel

Suatu hari di ruang KKP Lantai 3..... ada Koh Bams.... dan 3 anak PKL hahaha....


Wednesday, March 30, 2011

ungkapan-ungkapan dalam lembar feedback Diklat di Kantor ~ ini nyata

 

peserta01
  • Tempat pelaksanaan SANGAT TIDAK KONDUSIF untuk BELAJAR
  • MAKANAN/SNACK TIDAK SESUAI HARAPAN. PENGALAMAN MENGIKUTI DIKLAT DI TEMPAT LAIN (makanannya tidak se-jelek diklat ini)
  • TIDAK ADA PANITIA yang dibentuk dengan SK/ID
  • Diklat tidak 100% karena harus juga mengerjakan pekerjaan kantor
  • Waktu pelaksanaan tidak tepat
peserta02
  • Makanannya RACUN. Gak enak....!!!
  • Yang ngadain SAKKAREPMU...!!!
  • Minumnya Air Beras (Air 5 : 0,5 Kopi)
peserta03
  • makanannya gak sip, gaks sesuai sama nilai rupiahnya.
peserta04 
  • Makanan dan minuman tidak sesuai dengan besarnya anggarannya
  • Makanan dan minuman tidak representatif
  • Makanan dan Minuman tidak ada rasanya
  • Makanan dan Minuman TIDAK ENAK
peserta05
  • Konsumsi agar sesuai dengan anggaran dan ditingkatkan kualitasnya
  • Penataan ruang (sarana/prasarana) penunjang diklat agar  diperhatikan / disesuaikan dengan teknis diklat. misal penggunaan meja untuk mengerjakan studi kasus yang menggunakan laptop
peserta06
  • Makanan yang kurang berkualitas, jadi ditingkatkan misal Mawar Sharon
  • Tidak bisa konsentrasi diklat karena tugas kantor. Jadi harap dipertimbangkan untuk diklat di hotel / tempat lain yang reprsentatif
  • Ruang Aula kurang representatif buat diklat (sound System tidak nyaman)
  • Penataan ruang diklat kurang memadai untuk mengerjakan studi kasus
peserta07
  • Konsumsi tolong ditingkatkan kualitasnya sesuai harga seharusnya
  • Penataan tempat duduk kalau bisa pake meja
  • Fasilitas seperti kabel listrik untuk power laptop disediakan
  • Sound System diperbaiki
  • Diklat dilaksanakan di luar kantor (mis. Hotel Quality)
peserta08
  • Diklat Jangan di kantor Lah, sekali-sekali di hotel
  • Makanan jangan standar Limboto, kan sudah pindah kota. Ada KFC, Padang, Borobudur dan Mawar Sharon.
peserta09
  • Diklat sebaiknya di luar kantor, agar peserta diklat konsentrasi dalam mengikuti diklat dan pesertanya banyak dari awal sampai akhir
  • Makanan kurang memuaskan (standar banget).
  • --> pesanan makanan : Mawar Sharon, Borobudur, KFC, Padang, dll
  • Diklat di Hotel atau tempat lain (di luar kantor)
  • Makanan dipesan dari luar kantor saja
peserta10
  • Diklat sekali-sekali di hotel
  • Makanan jangan yang standar. Bagaimana bisa mendukung otak kalo makanannya model begitu
peserta11
  • Kurang bisa memahami bahan ajar, karena beberapa kendala di atas
  • sebaiknya diklat di perwakilan seperti ini dilaksanakan di luar kantor tetapi dengan fasilitas belajar mengajar yang lebih representatif
  • Makanan yang disajikan agar lebih baik lagi (dalam hal menu dan penyajian)
peserta12
  • Ruangan terlalu besar, sehingga jarak antara peserta dengan pemateri dan tampilan slide jadi terlalu jauh
  • Makanan kurang bisa dinikmati, usul saya agar ditingkatkan kualitasnya / dicari dari toko lain. Mungkin bisa berdasarkan usul peserta, disesuaikan dengan pagu
  • waktu pelaksanaan kurang tepat
  • Untuk penataan tempat duduk, saya usul dicoba berbentuk group agar peserta dapat lebih mudah mendiskusikan materi antar peserta sehingga peserta yang belum paham dasar materinya bisa bertanya kepada yang lebih senior tanpa mengganggu jalannya diklat secara keseluruhan
 
keren ya gambar terakhir hahaha.... dari lembaran feedback diklat, tapi entahlah apakah akan dibaca oleh yang bertanggungjawab....